Adab Menuntut Ilmu

Untuk Nice Home Work pertama kali ini, kami diberikan materi mengenai Adab Menuntut Ilmu. Saya sangat setuju dengan adanya pemaparan mengenai adab menuntut ilmu. Sama halnya seperti kebiasan kita lainnya, menuntut ilmu haruslah dibarengi dengan adab-adab yang dipahami bersama.

Kenapa sih adab ini penting? Dalam kegiatan sehari-hari, kita selalu dibarengi dengan berbagai macam faktor yang mempengaruhi kehidupan kita. Adab bisa menjadi salah satu panduan untuk kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan dengan cara-cara yang positif. Dengan cara-cara yang baik. Dengan cara-cara yang bisa memberikan berjuta manfaat tidak hanya untuk kita sendiri tetapi untuk orang lain.

Lalu muncul-lah pertanyaan yang diajukan kepada saya:

Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini

Waaaahh… Such a tricky question. Kenapa tricky? Karena banyaaaaakkk sekali yang ingin saya pelajari di universitas kehidupan ini. Mulai dari ilmu akademik yang sudah saya arungi sejak kuliah, ilmu non-akademik yang bersifat life skill untuk memperkaya diri sendiri dan tidak ketinggalan ilmu agama yang perlu saya selami lebih dalam.

Berhubung kali ini saya bergelut dengan para Ibu Profesional maka salah satu cabang ilmu yang ingin saya tekuni adalah Islamic Parenting. Saya pribadi sadar bahwa ilmu parenting yang terbaik adalah berdasarkan pada nilai-nilai Islam. Siapa bilang mendidik anak ala Islam itu tidak bisa diaplikasikan di zaman modern? Justru, Islamic Parenting-lah yang selalu dan akan bisa diaplikasikan di setiap zaman.

Dan kemudian, ada pertanyaan selanjutnya yang lebih seru:

Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut

Sederhana. Saya ingin menikmati indah dan nikmatnya surga yang telah dijanjikan Allah SWT. As simple as that.

Mempelajari, memahami dan mengaplikasikan Islamic Parenting sesuai dengan Al-Quran dan Sunnah tentu akan memberikan implikasi yang sangat positif di keluarga kami. Tidak hanya pada si Kicik, tetapi juga pada saya sebagai ibunya dan encik suami sebagai yayahnya. Tidak hanya berdampak pada kehidupan kami di masa sekarang tetapi juga memberikan kesan yang luar biasa hingga di masa depan.

Selanjutnya:

Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?

Luruskan niat. Itu strategi pertama yang saya lakukan. Tidak mudah untuk meluruskan niat karena jujur, banyak sekali godaan yang memanggil. Bukan hanya satu, tetapi jutaan hal yang menggoda kita untuk goyah menjalankannya.

Setelah itu, action! Membaca buku, menonton kajian via Youtube hingga mendatangi public talk mengenai Islamic Parenting adalah daftar yang sudah saya persiapkan. Terkesan mudah ya? Tapi tidak mudah loh melakukannya. Lagi-lagi banyak godaan yang menghantui dan siap menerkam.

Oleh karena itu diperlukan, support. Dukungan dari suami adalah yang paling utama. Akan lebih baik lagi jika suamipun ikut mengarungi semuanya bersama. Ketika malas menerpa maka suami bisa mengingatkan kita untuk keep strong dan begitu juga sebaliknya.

Yang terakhir adalah:

Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut

Lebih menghargai.

Lebih menghargai orang-orang yang sudah membantu saya mendalami ilmu ini. Entah itu penulis buku, entah itu ustadz atau ustadzah, entah itu motivator, entah itu orang-orang yang ada disekitar saya. Menghargai mereka lebih baik lagi dan menyadari bahwa dengan segala daya upaya, mereka ikhlas untuk menyebarkan ilmu yang bermanfaat kepada orang lain, termasuk saya.

Dikutip dari Muslimah.or.id:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkan tentang Islam, termasuk di dalamnya masalah adab. Seorang penuntut ilmu harus menghiasi dirinya dengan adab dan akhlak mulia. Dia harus mengamalkan ilmunya dengan menerapkan akhlak yang mulia, baik terhadap dirinya maupun kepada orang lain”

-Zulfa Sinta Filavati-

#NHW

#DAY #1

#ADABMENUNTUTILMU

#MATRIKULASI BATCH #5

Love,

Bubunnya Aqeela

dianmariesta

Author: dianmariesta

You can call me Dian, a housewife living in the middle of hustle bustle of Kuala Lumpur but still cannot forget my own “kampong”, Indonesia. Living for more than 10 years in Malaysia still make me a pempek-lover, bakso addict, gado-gado enthusiasts, and bakmi devotee. Photography and writing are one of the things that keep me sane throughout my day as a devoted housewife.

Related Post

3 Comment

  1. Puti Wulansari says: Reply

    Dian, kk juga ikutan kelas matrikulasi tapi offline krn kk di Salatiga jd ada kelas offline ya tapi tugasnya tetap dikerjakan online kok.

    1. Waahh.. semangaaat kelasnya yaa kak.. NHW berikutnya beraat ini.. hehehehe

  2. […] Jurusan ilmu yang sudah saya tentukan di NHW #1 masih tetap saya pegang kokoh hingga hari ini. Lebih mempelajari, memahami dan menerapkan prinsip […]

Please care to leave nice comment :)