Bumper Pads pada boks bayi. Perlukah?

Pic Courtesy: Udo Google

Hal pertama yang saya fikirkan setelah merancang untuk membeli boks bayi adalah untuk membeli bumper pads. Sekarang ini, cukup banyak orang tua yang menggunakan bumper pads dengan alasan agar si kecil tidak terantuk atau terjepit diantara sela-sela boks bayi. Sebagai calon orang tua yang menginginkan terbaik untuk anaknya, sayapun mengambil keputusan untuk juga memasukkan bumper pads ke daftar keperluan bayi.

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat membaca mengenai SIDS. Apa itu SIDS? SIDS adalah Sudden Infant Death Syndrome (Sindrom Kematian Mendadak Pada Bayi). Suatu peristiwa dimana bayi secara tiba-tiba ditemukan tidak bernyawa tanpa ada tanda-tanda penyakit sebelumnya. Kasus ini banyak terjadi pada bayi yang berusia 0 hingga 1 tahun. Takut? Tentu!

Lalu, apa hubungannya SIDS dengan bumper pads yang saya jelaskan pada awal tulisan ini?

Ternyata, salah satu penyebab SIDS adalah penggunaan bumper pads pada boks bayi. Para dokter anak di Amerika sudah mulai mensosialisasikan gerakan ini sejak tahun 1990-an. Bahkan penggunaan breathable bumper pads juga tidak direkomendasikan oleh mereka.

Mengapa?

Dari hasil kajian yang dijalankan oleh American Academy of Pediatrics, mereka mengatakan bahwa:

“There is no evidence that crib bumpers protect against injury, but they do carry a potential risk of suffocation, strangulation, or entrapment because infants lack the motor skills or strength to turn their heads should they roll into something that obstructs their breathing.”

Yang lebih mengerikannya lagi:

“Researchers found reports from medical examiners and coroners of 27 accidental deaths of children ages 1 month to 2 years, which were attributed to suffocation when they became wedged against a padded bumper or strangulation by a bumper tie around the neck. Eleven of the infants who died most likely suffocated when their face rested against the bumper pad, 13 infants died when they became wedged between the bumper pad and another object, like the crib mattress, and three infants died when they were strangled by a bumper tie.” (The Journal of Pediatrics, September 2007)

Setelah melakukan riset internet kecil-kecilan mengenai bumper pads, akhirnya saya memutuskan untuk tidak menggunakan bumper pads pada boks bayi saya. Bahkan ketika si kecil nanti tidur di dalam boks bayi, sebaiknya juga tidak menggunakan bantal, guling, selimut, ataupun boneka dengan alasan yang sama.

Semoga bermanfaat untuk kita semua ya!

PS: Sedikit panduan bagi bayi untuk tidur secara aman. (http://www.sidsandkids.org/2C4DF04A-7899-4994-A490-717204DC5D6C/FinalDownload/DownloadId-1AF906D4946087E9985C2D5FD0E761A7/2C4DF04A-7899-4994-A490-717204DC5D6C/wp-content/uploads/Indonesian-SidsandKids-SafeSleepingFactsheet_2012.pdf)

Love,

Calon BunBun

Related Post

Tweet about this on TwitterPin on Pinterest0Share on Google+0Share on Facebook0

Please care to leave nice comment :)