Bunda Sebagai Agen Perubahan

Yang menarik dari menimba ilmu di Institut Ibu Profesional adalah kita tidak hanya diajak untuk merenung dan memahami diri kita sendiri tetapi juga diajak untuk bisa berkontribusi kepada lingkungan sekitar. Pada NHW pamungkas ini, tema “Bunda Sebagai Agen Perubahan” memaksa saya untuk kembali bernostalgia atas mimpi-mimpi saya.

Karena sejak berjibaku dengan si Kicik, saya akui bahwa kontribusi yang saya berikan kepada lingkungan sekitar sangatlah minim. Terlalu sibuk dengan urusan domestik sehingga terkadang lupa bahwa hubungan dengan masyarakat luar juga penting.

Saat ini, passion saya memang nyangkut di dunia parenting, khususnya Islamic Parenting. IIP memberikan pencerahan berupa rumus agar saya bisa bertransformasi menjadi Bunda Sebagai Agen Perubahan:

PASSION + EMPATHY = SOCIAL VENTURE

Isu Sosial:

Selalu menjadi keresahan kami (Saya dan Encik Suami) melihat bagaimana dunia saat ini berkembang. Kami pecaya bahwa pendidikan adalah hal yang utama untuk si Kicik. Tapi, pendidikan seperti apa dulu yang di maksud? Tentunya pendidikan Islam. Pemahaman mengenai agama secara menyuluruh, tidak hanya fasih melakukan ibadah saja tetapi juga bisa memaknai apa arti dibalik ibadah yang dilakukan. Tetapi, semata-mata menyuapi anak dengan pemahaman agama tanpa memahami mereka secara pribadi juga tentu sulit. Disinilah pentingya pemahaman mengenai Islamic Parenting as a whole.

Saya juga melihat, masih kurangnya minat baca anak di sekitar. Alhamdulillah, kecintaan saya pada buku juga menular pada Si Kicik yang juga hobi membaca buku. Saya ingin sekali melihat anak-anak lain mencintai buku layaknya si Kicik. 🙂

Pendidikan formal juga menjadi concern utama kami, terutama dalam memilih sekolah. Banyak orang tua yang “menitipkan” anaknya kepada sekolah untuk diasuh, dibelai, disayang dan dididik sesuai dengan visi misi sekolah. Lalu, apakah visi misi sekolah ini sudah sejalan dengan setiap orang tua? Saya rasa tidak..

Masyarakat:

Orang tua dan anak-anak yang menjadi sasaran utama saya

Ide  Sosial:

Menyatukan dunia psikologi anak dari sisi science dan nilai-nilai Islam saya rasa menjadi hal yang penting. Membuat sebuah acara untuk bisa mensinergikan dan meleburkan kedua ilmu ini agar kemudian kita bisa memahaminya secara holistik. Sehingga pemahaman akan Islamic Parenting di lihat sebagai sebuah lifestyle baru jaman now yang memberikan berjuta manfaat untuk kita nikmati kelak, dunia dan akhirat.

Membangun taman baca untuk anak-anak dan membangun sekolah adalah salah satu dari sekian Bucket List saya. Sejak sebelum menikah, saya ingin sekali memiliki taman bacaan dan membangun sekolah. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, konsep inipun semakin berevolusi. Taman bacaan dan sekolah yang melebur dengan nilai Islam. Dimana sekolah tidak hanya mengajarkan pendidikan formal saja tetapi juga “mendoktrin” anak dengan nilai-nilai Islam sesuai dengan Al-Quran dan Sunnah tetapi dengan cara-cara yang fun dan tidak membosankan.

Menulis NHW yang terakhir ini membuat dada saya terasa sesak. Meledak-ledak rasanya. Keinginan dan mimpi-mimpi lama yang mungkin sudah sirna, kembali di ingatkan melalui bantuan dari Tim Institut Ibu Profesional minggu ini.

Terima kasih sudah membantu saya menemukan (kembali) diri saya yaitu Bunda Sebagai Agen Perubahan.

Love,

Bubunnya Aqeela

Sumber:

Materi Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #8, Bunda Sebagai Agen Perubahan, Insitut Ibu Profesional

Materi Nice Homework #8, Bunda Sebagai Agen Perubahan, Insitut Ibu Profesional

dianmariesta

Author: dianmariesta

You can call me Dian, a housewife living in the middle of hustle bustle of Kuala Lumpur but still cannot forget my own “kampong”, Indonesia. Living for more than 10 years in Malaysia still make me a pempek-lover, bakso addict, gado-gado enthusiasts, and bakmi devotee. Photography and writing are one of the things that keep me sane throughout my day as a devoted housewife.

Related Post

Please care to leave nice comment :)