Mengejar Ilmu di Diklat Pengurus Ibu Profesional: Sebuah Aliran Rasa

Alhamdulillah.. Salah satu tugas saya mengikuti Diklat Pengurus Ibu Profesional telah rampung. Jujur masih amazed dengan apa yang sudah saya lalui selama lebih kurang 9 minggu ini. Takjub dengan para fasilitatornya, takjub dengan semua materi yang diberikan hingga takjub dengan kemampuan diri sendiri yang bisa lulus di kelas Diklat ini.

Lelah tentu ada. Tapi banyak sekali ilmu mengenai komunitas yang bisa menjadi bekal saya. Siapa bilang membangun, menjalankan dan membesarkan sebuah komunitas itu gampang. Sulit dan banyak rintangan. Hal ini yang kemudian mungkin ingin di-share kepada kami untuk mempersiapkan diri menjalani hari-hari sebagai pengurus.

Benang Merah

Ada beberapa materi yang kemudian harus kami pahami dan aplikasikan adalah:

See… Keren ya tema-tema yang diangkat. Dari ke-9 materi ini tentu ada benang merah yang ingin diangkat. Yang ingin dipahami oleh kami.

Bahwa membangun dan menjalankan sebuah komunitas secara komprehensif itu tidak mudah. Akan ada banyak sekali tantangan yang datang. Dari atas, bawah, kanan, kiri. Materi yang diberikan memberikan informasi hingga solusi atas gejolak apa yang mungkin terjadi di komunitas. Kami dituntut untuk siap dan sigap menghadapinya.

Tidak hanya itu, pengembangan diri juga cukup ditekankan di Diklat Pengurus Ibu Profesional. Sebuah komunitas tidak akan bisa kuat dan kokoh jika tidak didukung dengan pribadi-pribadi yang mumpuni di dalamnya. Disinilah kemudian peran pengembangan diri sangat penting. Menarik dan menantang untuk dilakukan.

Apa yang kami dapat?

Ilmu tentunya..

Tapi ternyata tidak hanya itu. Beberapa materi menuntut kami untuk membawa isu-isu terkait komunitas ke dapur pengurus masing-masing. Setiap wilayah yang dinaungi Ibu Profesional memiliki keunikannya masing-masing. Memiliki tantangan yang berbeda-beda.

Awalnya tidak terpikirkan oleh saya untuk membahas lebih dalam mengenai tantangan yang dihadapi setiap wilayah. Materi yang diberikan menuntut saya dan teman-teman pengurus IP Asia untuk bisa membahasnya lebih dalam dan membuka banyak ide dan pikiran dan teman-teman pengurus.

Kritik & Saran untuk Pelaksanaan Kedepan

Saya pribadi sangat puas dari pelaksanaan diklat ini. Tapi, bagaimanapun juga tentu ada saja kekurangan-kekurangan yang terjadi di sana-sini. Saya tidak merasakan sesuatu hal yang sangat mengganggu selama proses belajar di Diklat Pengurus Ibu Profesional.

Satu catatan yang ingin saya ungkapkan. Jumlah murid terlalu besar untuk kelas ini. Dalam catatan saya ada lebih dari 100 orang berkumpul dalam 1 grup untuk belajar bersama. Kurang efektif? Bisa jadi. Hal ini yang saya rasakan. Rasanya akan lebih optimal jika jumlah murid dalam 1 kelas bisa lebih dibatasi. Tapi saya yakin, pihak penyelenggara tentu punya pertimbangan sendiri untuk mengumpulkan kami dalam 1 grup. Tapi dari sisi murid, rasanya akan lebih efektif dan produktif jika jumlah muridnya tidak terlalu banyak.

Kudos untuk para kakak-kakak yang sudah penuh dengan peluh mensukseskan Diklat Pengurus Ibu Profesional ini..

Salam hangat dan cinta dari kami di Asia.

Love,

Dian Mariesa

PJ Rumah Belajar Literasi IP Asia

Dian Mariesta

Author: Dian Mariesta

You can call me Dian, a housewife living in the middle of hustle bustle of Kuala Lumpur but still cannot forget my own “kampong”, Indonesia. Living for more than 10 years in Malaysia still make me a pempek-lover, bakso addict, gado-gado enthusiasts, and bakmi devotee. Photography and writing are one of the things that keep me sane throughout my day as a devoted housewife.

Related Post

Please care to leave nice comment :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.