Dukungan untuk Mbak Prita

 

Saya cukup prihatin dengan pemberitaan yang cukup mengejutkan mengenai mbak Prita yang katanya juga seorang blogger. Dia mencoba mengirimkan email mengenai kekesalannya terhadap rumah sakit OMNI International yang ternyata email tersebut dianggap sebagai email yang memfitnah pihak rumah sakit tersebut.

Walaupun saya belum membaca dengan seksama mengenai apa isi email tersebut tetapi tindakan aparat yang langsung menahan mbak Prita sehingga dia tidak dapat bertemu dengan buah hatinya yang notabene anak2nya tersebut masih sangat kecil-kecil bahkan salah satunya masih menyusui sungguh tidak manusiawi.

Kasus2 seperti ini mungkin tidak banyak terjadi di Indonesia atau mungkin saya yang kurang mengetahui kasus2 seperti ini yang terjadi di negara saya. Tetapi ketika tadi siang saya menonton TV ONE, ternyata ini bukanlah kasus pertama yang terjadi karena ternyata tahun lalu seorang blogger juga sempat terjerat dengan kasus serupa walaupun lagi2 saya masih kurang jelas kasus apa yang menimpa blogger tersebut.

Kalau saya melihat lebih dalam dari sisi apa yang telah saya pelajari dari bangku kuliah, memang di Malaysia (saya akan membandingkan dengan malaysia karena itu yang saya pelajari) pemerintah disana sudah memiliki undang undang sah yang mengatur mengenai bidang ini dan kasus-kasus yang menyangkut bidang teknologi informasi ini sudah banyak dialami oleh warga Malaysia sendiri termasuk para blogger Malaysia yang sebenernya mereka hanya mengungkapkan pendapat dan curahan hati yang kemudian disalah tafsirkan. Cukup banyak blogger2 Malaysia yang masuk bui dikarenakan mereka cukup vokal dalam mengungkapkan pendapat atau sekedar mengkritik pemerintah. Cukup ironis ya…

Sama halnya dengan kasus yang menimpa mbak Prita yang menurut saya adalah sah2 saja seorang customer mengungkapkan pendapat dan kekesalannya kepada teman2nya karena dia tidak mendapatkan pelayanan yang baik bahkan ketika dia mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak rumah sakit, mereka tampak acuh tak acuh. Toh, apa yang diceritakan itu bukanlah sebuah fitnah atau fakta yang dibuat2. Apabila pada akhirnya nanti, mbak Prita ternyata memberikan fakta yang salah, kita akan lihat pada proses pengadilan yang akan dijalani. Tetapi apabila ternyata cerita yang tersebar tersebut adalah benar dan didukung dengan bukti2 yang kuat, kenapa tidak mbak Prita bisa menuntut kembali pihak rumah sakit itu.

Yang lucunya, apakah Indonesia ini sudah mulai kembali membuat rakyatnya untuk tidak dapat bebas berbicara??? Mereka bilang kita ini negara demokrasi, tapi kebebasan berbicara masih belum bisa dialami oleh mbak Prita (kalau memang isi email tersebut adalah benar). Saya tidak mau apa yang saya lihat dan rasakan di Malaysia mengenai kebebasan media dan masyarakatnya yang disekat oleh pemerintah terjadi kembali di negara saya. Karena bagaimanapun juga, nantinya saya akan terjun ke dalam bidang ini untuk menjadi praktisioner media yang tentunya menginginkan adanya kebebasan berbicara untuk kami.

Tweet about this on TwitterPin on Pinterest0Share on Google+0Share on Facebook0

Please care to leave nice comment :)