Eczema pada Bayi

Apakah Anda pernah melihat bercak merah pada muka, badan, kaki, hingga kepala bayi?

Pernyataan yang muncul pertama kali orang melihat bercak merah di pipi Qeela adalah:

“Ruam ASI ya?”

Its not as simple as that.

Setelah bertualang mendatangi beberapa dokter anak hingga dokter spesialis kulit anak, RUAM ASI hanyalah sebagian kecil dari Eczema. Eczema pada dasarnya adalah bercak merah yang muncul pada muka, tangan, kaki, hingga kepala. Bisa berupa bercak berwarna pink, merah, hingga bercak yang berisikan nanah. Bercak merah ini cukup gatal sehingga terkadang membuat bayi menjadi lebih rewel. Eczema muncul dikarenakan si bayi ingin “memperingatkan” orang tuanya bahwa dia memiliki resiko alergi, baik makanan maupun lingkungan. Sehingga orang tua bisa lebih berhati-hati dalam menyikapi kemungkinan alergi yang mungkin muncul nantinya.

Seorang bayi bisa mengidap eczema disebabkan karena salah satu orang tua (atau keduanya) mempunyai riwayat alergi atau asma. Saya ingin berbagi beberapa tips mengenai apa saja perlu diperhatikan pada bayi eczema.

1. Selalu jaga kelembapan kulit bayi.

Pada umumnya bayi memiliki kelembapan kulit yang baik, bahkan beberapa referensi menyatakan bahwa tidak perlu terlalu sering memandikan bayi yang baru lahir karena kelembapan kulitnya masih sangat baik. Berbeda dengan bayi eczema, kulit mereka cenderung kering. Bahkan kita akan sering melihat “sisik ikan” apabila kulitnya terlalu kering. Beri bayi cukup minum dan selalu lembabkan kulitnya dengan lotion/cream pelembab kulit.

2. Gunakan pakaian yang menyerap keringat.

100% cotton is a must! Pakaian yang tidak menyerap keringat bisa menimbulkan biang keringat dan hal ini dapat memicu ketidaknyamanan bayi karena gatal yang berlebihan.

3. Tingkatkan kuantitas mandi dalam 1 hari & jangan mandi menggunakan air yang terlalu panas.

Untuk Qeela sendiri, dia mandi 3x sehari. Pagi sehabis sarapan, siang sehabis makan siang, sore sebelum makan malam. Plus lap badan sehabis makan malam. Mandi dengan air hangat hanya pada pagi hari. Sisanya hanya menggunakan air keran biasa. Air panas dapat membuat kulit menjadi lebih kering sehingga selalu dianjurkan untuk tidak mandi dengan air panas.

4. Jangan berada di cuaca yang terlalu dingin atau panas.

Pada cuaca yang terlalu panas, bayi akan cepat berkeringat sehingga biang keringat muncul. Sedangkan pada cuaca dingin, kulit bayi akan lebih cepat kering bahkan cenderung bersisik (terutamanya apabila bayi selalu berada di ruangan ber-AC). Intinya, jaga kelembapan! Jaga kelembapan!

5. Gunakan lotion/cream khusus eczema jika diperlukan.

Jika bercak merah sudah mulai keluar sedikit, gunakan cream/lotion yang dikhususkan untuk penderita eczema. Jika terlambat sedikit, bersiaplah dengan bercak merah yang akan cepat menyebar. Hal ini tentu akan lebih menyakitkan bagi si bayi.

6. Gunakan deterjen khusus bayi

Penggunaan deterjen yang kita konsumsi sehari-hari, sangat tidak cocok untuk bayi eczema. Deterjen tersebut tergolong cukup kuat sehingga dapat memberikan dampak pada kulit sensitif. Gunakan deterjen yang mild, seperti deterjen-deterjen yang memang dikhususkan untuk bayi.

7. Perhatikan reaksi alergi bayi ketika proses penyapihan dimulai.

Gambling dimulai! Kita tidak tahu apa saja yang menyebabkan alergi muncul dikemudian hari. Saya selalu menggunakan 5 days rule untuk melihat reaksi makanan Qeela dan hingga sekarang saya masih belum mengetahui apa yang menyebabkan alergi Qeela muncul.

Semoga informasi ini sedikit membantu para ibu diluar sana yang khawatir dengan bercak merah yang tak kunjung sembuh pada kulit buah hatinya. Jangan langsung menyimpulkan bahwa itu hanyalah Ruam ASI. Jangan panik terlebih dahulu & langsung konsultasikan concern Anda dengan dokter anak. Jika terbukti eczema maka lakukan langkah-langkah yang telah saya sebutkan diatas. Saya juga akan memberikan info mengenai cream & lotion yang Qeela gunakan selama ini pada postingan selanjutnya!

 

Love,

BunBun

Related Post

Tweet about this on TwitterPin on Pinterest0Share on Google+0Share on Facebook0

7 Comment

  1. Wahhh baru tau cerita asli dibalik “alergi”nya Qeela. Semoga cepet ketauan ya erginya apa, biar ga deg2an lg bunbunnya.. hehe

    1. amiiinn… makasih bunca. 🙂

  2. Bunda bisa saya contact bunda lebih lanjut, anak saya juga menderita Eczema yg sangat akut bun sy butuh teman sharing yg mengalami penyakit serupa. bisa contact sy diemail sy please

    1. Hi mba mikha,
      sudah saya email saya. Ditunggu balasannya.

  3. Mba dian dan mikha, salam kenal yaaa ….
    Anakku 8 bln ini jg mengalami gatal2, ada bintik merah tp aga membesar spt cacar tp tdk berair. Klo sdh kering dia berwarna cklt…bunda2 ikutan sharing donk…
    Email ku : merry12_bio@yahoo.com

  4. Halo salam kenal mba Dian, baby nya udah gede skarang ya mba… mohon sharing nya mba, bagaimana dulu baby Qeela bisa sembuh dari ruam pipi nya mba? Anak saya dari 6 bln sampai 1,5 tahun masih blum sembuh mba, saya sudah bingung harus bagaimana lagi mengatasi eksim nya. Mohon pencerahannya ya mba. Terima kasih

    1. dianmariesta says: Reply

      Hai.. Salam kenal mba Renta. Basically sih, sampe sekarang juga belum sembuh Mba. Masih suka keluar-keluar juga kalo memang lagi kumat. Makanya pesan saya untuk ibu2 yang anaknya ada Eczema, saya selalu menekankan bahwa perawatan lebih penting daripada pengobatan ketika si merah-merah itu keluar. Tapi kalau memang udah keburu keluar, saya biasanya akan langsung memberikan cream dari dokter yang memang ditujukan ke penderita eczema. Untuk info krim apa yang saya gunakan, mba Renta bisa cek di postingan saya yang ini. http://diandandunia.net/perawatan-untuk-bayi-eczema/

      Sudah pernah konsultasi ke dokter mba?

Please care to leave nice comment :)