Fase Komunitas IP Asia

Komunitas Ibu Profesional Asia memiliki keunikan yang bisa dibilang cukup berbeda dengan regional lain. Ruang menjadi salah satu pembatas ruang gerak IP Asia tapi batasan tersebut justru bisa didobrak dengan semangat, kerja keras dan keuletan tidak hanya pengurus tetapi juga member secara keseluruhan.

Fase Ibu Profesional Asia

Kami yakin, Ibu Profesional Asia terus berkembang ke arah yang lebih baik. Walaupun IP Asia baru berdiri dalam kurun kurang dari 1 tahun, namun peningkatan kualitas dalam berbagai bidang terus dilaksanakan semaksimal mungkin. Berbenah di sana-sini dijalankan seiring dengan berkembangnya komunitas ini.

Perjalanan hidup IP Asia saat ini bisa dibilang pada level Growth dan bahkan sedang menuju Time for New Idea. Keinginan untuk mewujudkan kehadiran collaborators (pengurus sebagai penggerak) dan co-creators (member yang punya daya kreativitas tinggi) akan menghasilkan sebuah komunitas yang produktif. Tidak hanya itu, adanya harapan untuk bisa mewujudkan para member yang bahagia berkomunitas di IP Asia.

Produktivitas komunitas serta kebahagiaan yang didapatkan setiap membernya akan membuat kami melesat menuju Maturity. Pada tahap ini, diharapkan para pengurus dapat menyusun dan membangun dua hal penting, kerangka program dan kerangka solusi.

Kerangka program diisi dengan berbagai program kerja yang melibatkan ide dari para member. Sedangkan kerangka solusi disusun sebagai SOP, sehingga jika terjadi kendala pada saat operasional maka SOP bisa membantu mengatasi masalah tersebut.

Merujuk pada Model Perkembangan Komunitas oleh Grenier, IP Asia sedang berada di tahap ke 3 yaitu Growth Through Delegation. Seperti kata Koordinator Wilayah Asia, Endang Prasdianti, “Delegation is the art of trust”. Proses delegasi di IP Asia berjalan sangat lancar. Pendelagasian pekerjaan di setiap lini menjadikan komunitas ini lebih efisien dalam hal pekerjaan dan tanggung jawab. Tidak ada intervensi dari pihak manapun walaupun tetap setiap pekerjaan yang akan dieksekusi tetap dibawa ke dapur pengurus untuk meminta pendapat maupun koreksi. Sehingga setiap pengurus dapat berkarya dan berkreasi sesuai dengan lingkupnya masing-masing. Yang mungkin saja nantinya berbuah menjadi krisis kendali (crisis of control).

Apa IP Asia hanya pada tahap ke 3 saja? Tentu tidak. IP Asia juga masuk dalam tahap ke 5 yaitu Growth Through Collaboration. Seiring sejalan dengan penjelasan di atas bahwa memposisikan para pengurus sebagai collaborators dan member sebagai co-creators. Kolaborasi yang terjadi tidak hanya antar divisi di dalam pengurus tetapi juga mengajak member secara aktif untuk ikut serta sebagai bagian dari IP Asia. Ini akan membuat semua elemen yang ada di IP Asia dapat bersinergi bersama. Fase ini juga kemudian dapat menuju kepada  krisis perkembangan internal (Crisis of Internal Growth).

Lalu kenapa tahap 4 berhasil dilangkahi oleh IP Asia? Karena apa yang dilaksanakan di IP Asia tidak semuanya bisa mengikuti standar yang ditetapkan oleh pusat maupun yang berlaku di Nasional.

Krisis di IP Asia dan Bagaimana Mengatasinya

Hingga saat ini, baik krisis kontrol maupun krisis perkembangan internal belum terjadi di IP Asia. Namun, bukan berarti kami harus menunggu krisis tersebut muncul ke permukaan. Diperlukan langkah-langkah strategis yang perlu dirancang agar ketika krisis muncul, kami sudah siap dengan kondisi tersebut.

Kemungkinan krisis kontrol ini muncul tentu ada. Oleh karena itu diperlukannya persiapan yang matang sebelum krisis tersebut muncul. Bukan langkah preventif tentunya tetapi langkah penyelesaian masalah. Disinilah SOP yang ditetapkan sebelumnya akan menjadi aktor utamanya. Pengurus hanya perlu merujuk pada SOP tersebut jika terjadi kesalahan/keteledoran. Apa hanya SOP? Tentu tidak, komunikasi produktif juga memiliki peran yang penting. Setiap pengurus bisa mengingatkan pengurus lainnya tanpa perlu menunggu koordinator wilayah mengambil tindakan.

Krisis perkembangan internal (Crisis of Internal Growth) juga belum terjadi di IP Asia. Walau tidak mungkin hal ini bisa terjadi. Untuk dapat menghindari terjadinya krisis perkembangan internal, kami harus bisa memaksimalkan peran member sebagai co-creators. Menggali terus ide, pandangan, harapan, hingga keinginan para member dan mewujudkan secara bersama-sama. Dengan demikian program kerja IP Asia dapat tetap terus berjalan seiring dengan keinginan dan kebutuhan para membernya.

 

(Resume hasil diskusi Pengurus Ibu Profesional Asia)

 

Love,

Bubunnya Aqeela

Dian Mariesta

Author: Dian Mariesta

You can call me Dian, a housewife living in the middle of hustle bustle of Kuala Lumpur but still cannot forget my own “kampong”, Indonesia. Living for more than 10 years in Malaysia still make me a pempek-lover, bakso addict, gado-gado enthusiasts, and bakmi devotee. Photography and writing are one of the things that keep me sane throughout my day as a devoted housewife.

Related Post

1 Comment

Please care to leave nice comment :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.