How to Train Your Dragon (2010)

Test “Title”

Hilarious as well as entertaining!!

 

 

 

 

Ketika pertama kali saya melihat review film ini di Rottentomatoes, saya langsung berapi-api untuk menonton. Silahkan lihat, persentase film ini 98%… Saya ulangi 98%!!!

 

 

 

 

Walaupun saya tidak menonton versi 3Dnya (karena saya kapok nonton 3D), saya sangat puas menonton film ini secara keseluruhan. Tidak mengantuk dan tidak ada kata-kata “Filmnya bosen ya” keluar dari mulut saya, which is a good thing.

 


 

 

 

Berbeda dengan film animasi seperti Wall-E yang menurut saya lebih dipasarkan untuk penikmat-animasi-berumur, How to Train Your Dragon benar-benar menampilkan sebuah hiburan yang sarat akan keceriaan anak-anak. Tapi kenapa film ini tidak ditayangkan saja pada summer?? Hmmm… mungkin takut kalah dengan Toy Story kali ya…

 

 

 

 

Back to the movie, saya suka sekali dengan animasi yang ditampilkan. Smooooothhh dan enak banget dimata. Sometimes, It’s kinda real and makes my eyes feast those great images. Karakter-karakter yang ditampilkan pun sangat lucu dan menghibur. Terutama si Toothless (yang saya sangka awalnya, ini kadal atau tokek atau biawak??)

 

 

 

 

 

Walaupun banyak teman saya yang sedikit kecewa dengan endingnya, saya merasa itu merupakan ending yang sangat pas mengingat film ini benar-benar ditujukan untuk anak-anak. Dengan sedikit twist diujung film dimana Hiccups kehilangan kakinya justru memberikan pesan bahwa untuk melakukan sesuatu, kita harus rela berkorban demi mendapatkan apa yang kita inginkan.

 

 

 

 

 

Saya berharap, teman-teman kecil disana memahami itu…

 

 

 

 

Director: Dean DeBlois dan Chris Sanders

Screenwriter: Based on the novel by Cressida Cowell and Screenplay by Dean DeBlois
Cast: Jay Baruchel, Gerard Butler, Craig Ferguson, America Ferrera, Jonah Hill

 

 

Cheers

 

Tweet about this on TwitterPin on Pinterest0Share on Google+0Share on Facebook0

1 Comment

  1. Kok tokek sih??
    begitu kerennya..

Please care to leave nice comment :)