Kecerdasan Anak & Kebahagiaan Hidup: Our Family Project

Kecerdasan anak dan kebahagiaan hidup

Bulan November ini, dimulai dengan melakukan #tantangan10hari dari kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. Menarik banget nih karena tantangan yang dilakukan adalah project based, lebih tepatnya family project. Yey! Team work bakal jadi amunisi utama selama menjalankan tantangan ini. Dan tema yang diangkat bulan ini adalah kecerdasan anak.

Ketika membaca judul materi “Pentingnya Meningkatkan Kecerdasan Anak Demi Kebahagiaan Hidup”, sontak aku langsung teringat dengan salah satu buku parenting favorit yaitu Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak. Seakan materi bulan ini kembali mengingatkan aku tentang buku kece itu. Bahwa anak yang cerdas (bukan hanya cerdas secara intelektual aja loh ya) akan lebih mudah untuk meraih kebahagiaan hidup yang holistik. Yang menyeluruh. Yang bisa membuat mereka untuk selalu merasa bahagia ketika bangun pagi dan menjalankan hari-harinya dengan semangat dan kebahagiaan.

Cerdas yang dimaksud di sini adalah 4 jenis kecerdasan berikut:

Kecerdasan Intelektual – Intellectual Quotient

Kecerdasan Emosional – Emotional Intelligence

Kecerdasan Spiritual – Spiritual Intelligence

Kecerdasan Menghadapi Tantangan – Adversity Intelligence

Untuk tantangan bulan ini, kami hanya perlu fokus pada 1 kecerdasan saja. Dan setelah berdiskusi dengan Yayah, akhirnya kami memilih Kecerdasan Spiritual untuk menjadi tema utama yang akan kami angkat.

Apa itu Kecerdasan Spiritual?

Kecerdasan yang kemudian dikaitkan dengan fitrah keimanan. Bahwa anak harus memahami dan mampu untuk mengenal Allah Azza Wa Jalla serta tahu posisinya sebagai seorang hamba. Yang selalu di “teriakkan” oleh Yayah dan Bubun terkait konsep kecerdasan spiritual ini adalah untuk bisa mengajak si Kicik lebih memahami konsep dan makna sebenar dari penciptaan-Nya, bukan hanya sekedar mengahafal ritual yang ada.

Konsep Tantangan

Dikarenakan satu dan lain hal, family project bulan ini akan dilakukan selama 10 hari saja. Walaupun durasinya lebih sedikit dibanding bulan-bulan yang lalu tapi semoga pesan yang ingin disampaikan tetap bisa nyantol ya, Kicik.

Berhubung kali ini berkaitan dengan Islam maka akan perlu referensi selama menjalankan tantangan kali ini. Salah satu referensi yang akan kami gunakan adalah dari seri buku Minhajul Muslim Anak. Selain buku ini, ada beberapa referensi lain yang kami kumpulkan. Lalu kemudian, kesemuanya diramu sedemikian rupa hingga daftar aktivitas yang paling cocok untuk si Kicik bisa lahir.

Buku Seri Minhajul Muslim Anak
Buku Seri Minhajul Muslim Anak

Yang menarik dari tantangan bulan ini adalah, kami menantang si Kicik untuk melakukan presentasi di hari terakhir #tantangan10hari Level 3 kelas Bunda Sayang. Tujuannya adalah selain untuk membuat si Kicik lebih berani berbicara di depan umum, kami juga ingin melihat sejauh mana ia mengerti konsep dan informasi yang kami berikan sebelumnya. Ketika ditantang seperti ini, si Kicik-pun excited! Alhamdulillah….

Aplikasikan

Untuk tantangan kali ini, kami merancang aktivitas selama 10 hari secara berturut-turut. Insya Allah akan dimulai pada 1 November 2018 hingga 10 November 2018.

Bismillah..

“Family Project apabila dijalankan dengan sungguh-sungguh maka akan menjadi pijakan kita dan keluarga ke surga. Apabila keluarga kita memang sedang berjalan menuju surga, maka tidak perlu menunggu sampai di akherat untuk merasakannya, kita bisa merasakannya sekarang saat di dunia bersama keluarga kita.” – Septi Peni Wulandari

Love,

Bubunnya Aqeela

 

Sumber bacaan:
Materi Level 3 Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. 2018. Pentingnya Meningkatkan Kecerdasan Anak Demi Kebahagiaan Hidup.
Ayah Edy. 2015. Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak. Noura Books.
Padepokan Margosari. 2017. Catatan perak 2017 #1: Family Project. https://padepokanmargosari.com/2017/04/02/catatan-perak-2017-1-family-project/
Dian Mariesta

Author: Dian Mariesta

You can call me Dian, a housewife living in the middle of hustle bustle of Kuala Lumpur but still cannot forget my own “kampong”, Indonesia. Living for more than 10 years in Malaysia still make me a pempek-lover, bakso addict, gado-gado enthusiasts, and bakmi devotee. Photography and writing are one of the things that keep me sane throughout my day as a devoted housewife.

Related Post

Please care to leave nice comment :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.