Ketika Indonesia Meninggalkan Dirinya Sendiri

 

Inilah cerminan ketika Indonesia meninggalkan dirinya sendiri.

Entah karena malu atau karena tidak mau dipermalukan dan diolok-olok.
Kalau sudah begini, mulailah mencari Kambing Hitam.
Entah itu si kambing berlaser atau kambing berparaskan manusia.
Ketika menang, mereka di puja-puja.
Tetapi ketika kalah, mereka di tinggalkan.
Apa itu cerminan Indonesia ku sekarang ya?
Sedih :'(
Bukan karena kita kalah kemarin. Tetapi lebih sedih ketika sebagian (read: banyak) orang meninggalkan tim garuda yang pada saat itu justru perlu dukungan. Kalau saya menjadi mereka, betapa hancurnya saya. Ketika diatas, kami dipuja-puja tetapi justru ketika kami dibawah, kami dicampakkan dengan mudahnya. Miris…
dianmariesta

Author: dianmariesta

You can call me Dian, a housewife living in the middle of hustle bustle of Kuala Lumpur but still cannot forget my own “kampong”, Indonesia. Living for more than 10 years in Malaysia still make me a pempek-lover, bakso addict, gado-gado enthusiasts, and bakmi devotee. Photography and writing are one of the things that keep me sane throughout my day as a devoted housewife.

Related Post

Please care to leave nice comment :)