Kisah Album si Kicik

Saya adalah seorang ibu yang selalu tidak mau ketinggalan sedetikpun perkembangan buah hati anaknya. Sejak si kicik lahir, hampir setiap hari saya sibuk meng-capture setiap tingkahnya. Ketika dia pertama kali bisa memegang mainannya dengan sempurna, guling-gulingan di kasur, nungging maju mundur, melepeh dan bahkan menyemburkan makanan yang masuk ke mulutnya, mencoba meraih meja TV yang tinggi hanya untuk bisa menonton dari jarak dekat, tantrum yang tak berkesudahan, hingga akhirnya pengalaman hari pertama si kicik masuk sekolah.

Berkaca dari ke-obsesi-an saya untuk merekam semua itu, saya dipertemukan dengan Photobook sekitar tahun 2014. Pas sekali dengan umur si kicik yang kala itu hampir menginjak 1 tahun. Ternyata semua foto-foto yang saya kumpulkan sejak dia lahir, membuahkan hasil. Jadilah satu buku perjalanan kisah si kicik mulai dari lahir hingga berumur 1 tahun, all in one book.

1

Year 1

Kebiasaan ini terus berlanjut hingga si kicik berumur 2 tahun. Bahkan saya yang sudah mulai ketagihan dengan Photobook ini, mulai ikut membuat buku masa kehamilan saya yang berisi 9 bulan gambar USG plus sedikit kisah proses saat melahirkan.

Surprisingly, si kicik yang sekarang berumur 2.5 tahun suka sekali membuka ketiga album tersebut. Saya menceritakan bagaimana dia ada di perut saya, menunjukkan muka kecilnya ketika ia lahir, menggambarkan betapa susahnya ia makan ketika berumur 7-12 bulan, tertawa ketika melihat muka ayahnya yang manyun karena kewalahan menyuapi dia makan, bahkan ikut sedih ketika melihat gambar bibirnya yang bengkak dan terluka karena dia terlalu asyik bermain hingga terjatuh. Bahkan sekarang, dengan senangnya ia akan lari mengambil kesemua album tersebut lalu membukanya satu persatu dan menceritakan semua gambar yang dia lihat kepada saya. Layaknya saya yang dulu bercerita kepadanya.

IMG_2298

Year 2

Album ini akan menjadi bukti tumbuh kembang kamu, nak. Hingga kelak kamu menjadi ibu suatu hari nanti, kamu dapat menceritakan kepada anakmu, betapa seorang Daanya Aqeela Harahap adalah seorang anak yang beyond words. Karena dengan melihat gambarmu di album ini, memang sudah cukup. Tidak ada kata-kata yang dapat mengungkapkan siapa kamu. You can conclude it by yourself. Its all in here.

 

PS: Kalo gak salah, ada juga Photobook di Indonesia. Bisa cek di sini ya. Happy making!

Love,

Bubunnya Aqeela

Tweet about this on TwitterPin on Pinterest0Share on Google+0Share on Facebook31

1 Comment

  1. Bunbun, buku tahun kedua Aqeela belum ada di rumah Oma di Palembang.

Please care to leave nice comment :)