Meet, Payung Teduh!

Meet Payung  Teduh!
Sebuah band yang meneduhkan di kala hujan mengguyuri. Mengguyuri bumi. Mengguyuri hati.
Jujur, pada awalnya saya kurang sreg dengan band indie ini. Pertama kali saya berkenalan dengan mereka itu dibantu oleh uda (kakak laki-laki) saya yang notabene pecinta musik indie. Sepanjang perjalanan Jakarta-Bandung, dia selalu memutar CD Payung Teduh. Entah kenapa saya masih belum merasa “suka”.
Berawal akhir minggu lalu ketika saya menonton re-run Liputan 6 Pagi di Astro, Payung Teduh bermain dengan kejujuran mereka, keindahan musik mereka, dan keteduhan mereka. Saya serasa di “pelet” dengan permainan keempat pria ini.
Apa yang menarik dari kuartet ini adalah mereka tidak berprofesi sebagai pemain musik. Mereka bermusik hanya untuk menyalurkan minat dan hobinya. Ada yang bekerja menjadi dosen hingga desian grafis. Menurut Is (dikutip dari BBC Indonesia), “Buat kami kerja itu utama, musik itu hobi, ungkapan jiwa. Kami butuh kerjaan karena Payung Teduh bukan buat cari uang, itu buat main musik saja”.
 Eits, bukan berarti mereka tidak serius ya. Toh mereka sudah berhasil menggondol beberapa penghargaan musik. Mulai dari mendapatkan Album Terpaik pilihan Tempo dan Grup Pendatang Baru Terbaik versi Majalah Rolling Stone Indonesia.
Karena musik bukan sebagai mata pencarian utama maka mereka bermain dengan hati. Dengan rasa. Bukan karena uang dan juga bukan karena keinginan produser semata. Mereka menciptakan lagu yang sesuai dengan keinginan dan filosofi mereka masing-masing.
Itulah kenapa, saya mengakui kalo Payung Teduh memang keren!
Jika ingin mengenal Payung Teduh, silahkan masuk ke blogatau akun Twitter mereka ya. 🙂

 

Cheers

Related Post

Tweet about this on TwitterPin on Pinterest0Share on Google+0Share on Facebook0

Please care to leave nice comment :)