Meet, Tulus! Part 2

DC-TULUS-GAJAH40378-rev01-CMYK-V03-kecil

Pertengahan Februari yang lalu, salah satu penyanyi favorit saya meluncurkan album keduanya bertajuk “Gajah”. Yap, udo Tulus! Lelaki minang ini kembali menyihir saya dengan lirik dan komposisi musiknya yang khas. Jangan salah, Qeela yang baru berumur 2 bulan saja sangat senang didengarkan lagu “Teman Hidup”-nya Tulus.

Agak aneh mendengar judul album ini: Gajah. Kenapa gajah? Ada apa dengan gajah? Apa spesialnya makhluk yang satu ini?

Ternyata ada alasan “personal” dibalik lagu ini. Pengalaman buli-lah yang menjadi faktor terciptanya lagu indah ini. Dia melihat fenomena buli dari sisi yang positif. Memutar balikkan kesakitan hati yang dirasakan setiap anak yang di buli menjadi sesuatu yang indah.

Kau temanku kau doakan aku

Punya otak cerdas aku harus tangguh

Semakin sering mendengar lagu ini, semakin saya merinding. Mungkin karena saya juga merasakan apa yang dia rasakan.

Waktu kecil dulu mereka menertawakan

Mereka panggilku gajah

Ku Marah

….

Kecil kita tak tahu apa-apa

Wajar bila terlalu cepat marah

Kecil kita tak tahu apa-apa

Yang terburuk kelak bisa jadi yang terbaik

 Semoga lagu ini bisa menjadi penyemangat bagi anak-anak yang di buli. Semoga album ini juga bisa menjadi inspirasi masyarakat luas.

Selamat udo Tulus! Tetap maju jaya dan ciamik dengan karyanya. Ditunggu kedatangannya di Kuala Lumpur.

 

Love,

 

Bunbun

 

 

This song is dedicated to the people who called me “Miss Universe”. 😉

Related Post

Tweet about this on TwitterPin on Pinterest0Share on Google+0Share on Facebook0

Please care to leave nice comment :)