Melatih Kemandirian Anak

Melatih kemandirian anak menjadi salah satu item yang tentu diinginkan setiap orang tua. Anak yang lebih mandiri ternyata punya rasa percaya diri yang lebih tinggi loh dibandingkan dengan anak-anak yang kurang kemandiriannya. Anak yang mandiri tentu akan lebih mudah berdiri sendiri dan lebih pemberani. Means, melatih kemandirian anak memiliki implikasi yang cukup signifikan dengan perkembangan sosio-psikologis anak.

Di Level 2 Kelas Bunsay Institut Ibu Profesional, kami diberikan tugas untuk bisa menentukan, mengobservasi dan menilai kemandirian anak. Dilihat dari set of skills yang ditentukan oleh masing-masing orang tua dengan catatan: 1 skill tersebut dijalankan selama 5-7 hari. Dari 17 hari yang disediakan untuk kami memulai game ini, aku menargetkan untuk bisa menyelesaikan 15 hari. Insya Allah.. Berarti aku memerlukan setidaknya 3 set of skills dimana setiap skill tersebut dijalankan selama 5 hari.

Now, lets begin!

Konsepkan

Sama seperti di Level 1 yang membahas tentang Komunikasi Produktif, aku memulai game tantangan ini dengan membuat konsep terlebih dahulu. Apa yang mau dilakukan? Bagaimana melakukannya? Kapan melakukannya?

Namanya anak-anak tentu harus bergantung dengan mood mereka juga kan (eh, mood emaknya juga deng!). Jadi memang semuanya akan dikonsepkan terlebih dahulu. Supaya apa? Supaya proses menjalankan tantangannya lebih mudah dan bisa lebih efektif.

The Set of Skills

Kami dituntut untuk menggunakan satu sumber sebagai referensi memulai game tantangan Melatih Kemandirian Anak ini. Setelah intip sana-sini, akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan referensi dari PusatKemandirianAnak.

Kenapa ini? Sederhana. Karena sesuai dengan kemampuan kemandirian yang ingin saya tanamkan dan biasakan ke si Kicik. Apa aja ya?

Disiplin Diri

Mengajarkan si Kicik bahwa ada hal yang harus bisa dilakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain. Bahwa pentingnya untuk dia melayani dirinya sendiri, terutama untuk hal-hal yang bersifat pribadi. Untuk bisa meningkatkan kedisiplinan diri si Kicik, rutinitas yang ingin aku terapkan adalah Bed Time. Spesifiknya adalah untuk bisa mengajak si Kicik mulai bisa tidur sendiri.

Ada Rasa Tanggung Jawab

Siapa bilang anak kecil gak bisa diberikan tanggung jawab? Bisa kok. Tinggal sesuaikan aja dengan umurnya. Untuk si Kicik yang akan berumur 5 tahun sebentar lagi, tanggung jawab yang akan aku coba berikan adalah Tidy Up. Memberikan tanggung jawab untuk si Kicik lebih bertanggung jawab menjaga kerapian dan kebersihan rumah dimulai dari hal-hal pribadinya.

Punya Percaya Diri

Sulit memang untuk meningkatkan kepercayaan diri si Kicik. Kalo kata orang, Kicik ini “Jago Kandang”. Sehingga kemudian poin kepercayaan diri menjadi penting untuk meningkatkan kemandiriannya. Mendorong Kemandirian dalam bentuk Sosio-Psikologis ini akan tertuang dalam aktivitas Be Brave. Mengajak si Kicik untuk bisa lebih mandiri dan berani menghadapi orang lain, tentunya masih dalam jangkauan mata kami.

Aplikasikan

Bismillah.. Besok tantangan Level 2 Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional: Melatih Kemandirian Anak akan dimulai. Semangat!

Love,

Bubunnya Aqeela

Dian Mariesta

Author: Dian Mariesta

You can call me Dian, a housewife living in the middle of hustle bustle of Kuala Lumpur but still cannot forget my own “kampong”, Indonesia. Living for more than 10 years in Malaysia still make me a pempek-lover, bakso addict, gado-gado enthusiasts, and bakmi devotee. Photography and writing are one of the things that keep me sane throughout my day as a devoted housewife.

Related Post

1 Comment

  1. […] Level 2 Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional sudah berakhir! Bulan ini Bubun dan Yayah bertekad untuk Melatih Kemandirian si Kicik. Agar si […]

Please care to leave nice comment :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.