Melatih Kemandirian (tidak hanya) Anak: Sebuah Aliran Rasa

Alhamdulillah… Level 2 Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional sudah berakhir! Bulan ini Bubun dan Yayah bertekad untuk Melatih Kemandirian si Kicik. Agar si Kicik bisa lebih mandiri. Lebih bertanggung jawab. Lebih berani.

Perubahan yang dirasakan

Banyaaaaakk… Untuk Level 2 ini, kami merasakan perubahan yang cukup signifikan dari si Kicik. Yang dulunya penakut banget, sekarang sudah lebih fearless. Hal-hal yang mungkin dianggap kecil bagi sebagian orang, tapi tidak untuk kami. Setiap perubahan kecil yang terjadi di diri si Kicik menjadi sebuah titik baru yang kemudian membuat Bubun dan Yayah ingin menarik titik itu menjadi sebuah garis yang utuh.

Yang menarik dari kisah ini adalah bagaimana Bubun, Yayah dan Aqeela bekerja sebagai tim untuk menjalankan tantangan setiap harinya. Hal ini sangat saya rasakan bulan ini. Dibandingkan bulan lalu, peran Yayah kali ini cukup banyak dan crucial. Sehingga perubahan yang dirasakanpun tidak hanya pada pribadi si Kicik aja tetapi juga adanya perubahan atmosfer keluarga secara menyeluruh yang lebih positif.

Tantangannya…

Merancang konsep.

Adalah tantangan yang cukup besar dalam Level 2 ini. Bagaimana akhirnya Bubun memutar otak, mencari jalan, mengamati dan kemudian memutuskan poin apa saja yang harus dilaksanakan. Saya tidak mau sembarangan mencomot sana-sini. Akan sayang rasanya kalau melatih kemandirian ini tidak dikonsepkan dengan baik karena hasilnya bisa saja menjadi tidak optimal.

Mendiskusikan dengan Yayah dan kemudian mengaplikasikannya ke si Kicik. Kedua hal ini justru terasa lebih ringan dibandingkan “Merancang Konsep”. Semua berjalan cukup smooth. Ditambah lagi Aqeela memberikan kerja sama yang sangat baik bulan ini. Kudos to you, Kicik!

Lalu, apa setelah ini?

Review Review Review! Dan temukan poin kemandirian apa lagi yang harus ditingkatkan. Rasanya akan baik jika dilakukan review dalam jangka waktu tertentu. Mungkin per 6 bulan sekali, Bubun dan Yayah bisa melakukan review dan kemudian menentukan apa saja yang perlu diasah lagi. Jadi, melatih kemandirian ini tidak hanya berhenti sampai di bulan ini. Harus terus dilakukan secara berkesinambungan. Lagi-lagi, KONSISTENSI...

Gimana Yayah? Berani menerima tantangan ini gak?

 

Love,

Bubunnya Aqeela


Kisah Melatih Kemandirian bersama Yayah & si Kicik bisa di cek di link berikut:

Poin Kemandirian: Disiplin Diri
Fokus Keahlian: Bed Time (Tidur Sendiri)
Referensi: Yayasan Pusat Kemandirian Anak

Hari 1: http://bit.ly/dian_level2_hari1

Hari 2: http://bit.ly/dian_level2_hari2

Hari 3: http://bit.ly/dian_level2_hari3

Hari 4: http://bit.ly/dian_level2_hari4

Hari 5: http://bit.ly/dian_level2_hari5

 

Poin Kemandirian: Tanggung Jawab
Fokus Keahlian: Tidy Up!
Referensi: Yayasan Pusat Kemandirian Anak

Hari 6: http://bit.ly/2ypYGxL

Hari 7: http://bit.ly/dian_level2_hari7

Hari 8: http://bit.ly/dian_level2_hari8

Hari 9: http://bit.ly/dian_level2_hari9

Hari 10: http://bit.ly/dian_level2_hari10

 

Poin Kemandirian: Percaya Diri
Fokus Keahlian: Be Brave
Referensi: Yayasan Pusat Kemandirian Anak

Hari 11: http://bit.ly/dian_level2_hari11

Hari 12: http://bit.ly/dian_level2_hari12

Hari 13: http://bit.ly/dian_level2_hari13

Hari 14: http://bit.ly/dian_level2_hari14

Hari 15: http://bit.ly/dian_level2_hari15

 

Dian Mariesta

Author: Dian Mariesta

You can call me Dian, a housewife living in the middle of hustle bustle of Kuala Lumpur but still cannot forget my own “kampong”, Indonesia. Living for more than 10 years in Malaysia still make me a pempek-lover, bakso addict, gado-gado enthusiasts, and bakmi devotee. Photography and writing are one of the things that keep me sane throughout my day as a devoted housewife.

Related Post

Please care to leave nice comment :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.