Menikmati Puasa di Malaysia

Bulan Ramadhan tahun 2019 tinggal menghitung hari nih, moms! Alhamdulillah tahun ini, kami sekeluarga akan melaksanakan puasa di Malaysia sebulan penuh. Gak mudik dong? Kemungkinan besar seperti itu. Ramadhan dan Lebaran tahun ini kami akan ada di Malaysia saja. Ada yang ingin berkunjung kesini?

Walaupun Malaysia merupakan negara jiran yang “sedarah” dengan Indonesia, tetapi tetap ada perbedaan-perbedaan yang kami rasakan sejak kuliah dulu. Apa saja ya?

Durasi Puasa di Malaysia

Berbeda satu jam dengan Indonesia, rata-rata puasa di Malaysia akan mulai kurang lebih sebelum pukul 6 pagi dan berbuka sekitar jam 7.30 malam. Mirip-mirip ya durasinya dengan Indonesia tetapi ntah kenapa selalu sukses membuatku ngantuk berat. Apalagi di awal-awal puasa. Kalian gimana?

Suasana

Tidak ada yang lebih indah dengan suasana Ramadhan dan Lebaran di kampung sendiri. Setuju kan? Tapi, bagaimanapun juga Malaysia sudah menjadi rumah kami, tanah kelahiran si Kicik dan tempat kami mendapatkan rezeki. Berhubung kami tinggal di area apartemen, suasana Ramadhan memang kurang terasa karena tetangga kanan dan kiri banyak yang Non-Muslim. Walaupun begitu, teman-teman Indonesia yang seperantauan kerap membuat acara buka bersama sehingga kehangatan itu tetap selalu terasa.

Bazar Ramadhan & Kuliner Lokal

Gak kalah dengan kuliner khas Indonesia, kuliner lokal Malaysia juga sangat menggoyang lidah. Ini dia 5 makanan bazar Ramadhan yang wajib kami beli:

Tepung Pelita

View this post on Instagram

♥️Iftar #TepungPelita

A post shared by ˗ˋˏ KA🦄 ˎˊ˗ (@khairiazrie) on

Salah satu makanan wajib yang selalu kami beli di bazar Ramadhan adalah Tepung Pelita. Oh my oh my, makanan satu ini selalu punya tag line: “Rasa Sebulan, Rindu Setahun” dan ini betul sekali! Ketika bulan Ramadhan datang, sukses kue ini selalu kami santap. Teksturnya sangat lembut dengan paduan santan dan daun pisang dan daun pandan sebagai penaik aroma. Apalagi kalau sudah dimasukkan ke dalam kulkas. Yum!

Roti John

Roti yang kemarin sempat viral di Indonesia, sudah menjadi salah satu jajanan wajib sejak kuliah. Berbeda dengan tepung pelita, Roti John kerap muncul juga di pasar malam seluruh Malaysia. Roti, telur, daging beserta saos cili dan mayo yang khas sukses bisa menambah berat badan kami sepanjang Ramadhan.

Keropok Lekor

View this post on Instagram

#keropoklekor

A post shared by DaPoR_aZaH_zArA🇲🇾 (@dapor_azah_zara) on

Rindu dengan pempek, penganan khas Terengganu ini selalu berhasil mengobati kerinduanku. Terbuat dari ikan dengan tekstur yang kadang lembut kadang sedikit kejal juga menjadi favorit si Kicik. Biasanya dijual dengan saos cili asam manis, tapi kami biasanya menyantap lekor dengan cuko.

Walaupun tahun ini sepanjang Ramadhan akan kami jalani di Malaysia, tetap ada persiapan-persiapan yang harus dilakukan menjelang Ramadhan. Khusus tahun ini, sepertinya penting untuk membuat daftar apa-apa saja yang akan dipersiapkan. Terutamanya bagian makanana (which is yang paling penting kan!)

Tips Anti Loyo Selama Puasa ala Bubun

Air Nano

Mulai terbuka mata saya ketika salah satu teman bercerita tentang akun salah satu dokter di IG. @zaidulakbar yang merupakan seorang dokter yang mengamalkan prinsip-prinsip kesehatan ala Rasulullah Shallallāhu ‘alaihi wa Salam. Konsep Jurus Sehat Rasulullah dan #resepjsr sudah mulai kami terapkan pelan-pelan menjelang puasa. Salah satu yang menjadi favorit adalah minuman Super Nano yang berisi chia seeds, madu, garam himalaya dan jeniper a.k.a Jeruk Nipis Peras. Alhamdulillah setiap pagi selalu mengkonsumsi minuman ini. Insya Allah bisa selalu segar dan menjaga imun.

Bumbu Halus

Sebenarnya, tidak hanya waktu Ramadhan sih. Stok bumbu halus memang akan selalu ada di kulkas kami. Menyimpan bumbu halus selalu sukses memangkas waktu memasak di dapur. Yang biasanya mungkin bisa 1 jam dengan proses mengupas bawang satu persatu, lalu di potong atau di haluskan lalu di masak. Dengan bumbu halus yang sudah ready, waktu memaskku biasanya bisa terpotong hingga setengah! Tinggal tumis/cemplung ke masakan and Voila!

Bumbu-bumbu halus tersebutpun bukan aku yang membuat. Semuanya bisa didapatkan di Pasar TTDI. Jangan takut ya, insya Allah bumbunya berkualitas karena aku sudah menjadi pelanggan mereka sejak 2013.

Lauk Hingga Sahur

Another trick! Ketika di awal pernikahan, jujur masih ingin perfect. Akan ada sesi memasak yang agak heavy ketika sahur. Namun sejak ada si Kicik, sepertinya “Perfection is boring“. Ngasal banget kalimatnya ya. Well, akhirnya memutuskan untuk memasak lauk sahur sekalian dengan menu berbuka saja. Sekali masak, dua kali makan terlampaui.

Beberapa inspirasi lauk yang tahan hingga sahur seperti aneka sop, gulai, semur dan balado. Proteinnya tinggal disesuaikan saja dengan selera masing-masing. Kalau bangun telat dan gak ada lauk? Siap sedia sarden kalengan dan telur dadar. Oh satu lagi! Kurma juga wajib ya!

Frozen Snacks

Memang dasar anak jajan, lihat jajanan itu rasanya gemes banget. Pengen di lahap hap hap. Tapi apa daya, jajanan di Malaysia ini sangat jauh berbeda dengan jajanan Indonesia. Dan IG sukses membuatku ngiler dengan berbagai akun yang menampilkan resep-resep masakan. Saatnya kita stok cemilan yang bisa di bekukan!

Berbekal beberapa resep dari akun IG @anitajoyo dan @andrianda bookmark akun IG-ku sudah penuh dengan resep andalan dari kedua influencer tersebut. Mulai dari donat, somay, aneka pempek, cilok dan risol.

Semoga informasi dan tips ini bisa bermanfaat ya.

Love,

Bubunnya Aqeela

1 Comment

  1. Avatar Kiatantia Elok says: Reply

    Seneng ya mbak Alhamdulillah di sana. Btw, Makanannya bisa dikirim gak mbak? 😁 *lapiler

Please care to leave nice comment :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.