Menulis Cerita Anak: Siapa Bilang Gampang?

Waah.. Siapa sangka ternyata menulis cerita anak itu susahnya minta ampun! Bukan ujug-ujug nulis terus VOILA. Banyak layer yang harus dipahami. Banyak riset yang harus dijalani. Banyak ide yang harus diselami. Banyak buku yang harus dibaca untuk membantu meningkatkan imajinasi kita.

Karena buku anak ini bukan main-main loh. Kita sedang membentuk karakter masa depan bangsa melalui bacaan. Kalau bacaanya tidak berkualitas dan asal buat, sama saja kita sedang mengajak anak-anak masuk ke dalam jurang.

Keinginan untuk menghasilkan buku yang aku tulis dan bisa dibaca si Kicik, pelan-pelan aku jalani. Sudah dua kelas yang aku ikuti di Komunitas Wonderland. Sebuah komunitas menulis yang mengajarkan banyak orang untuk menebar benih-benih cinta melalui buku. Mengajak untuk membuat berbagai kisah bermanfaat sarat makna untuk si pembaca cilik.

Setelah menyelesaikan kelas Ensiklopedia Muslim Anak, aku mengikuti kelas Fabel. Kedua kelas ini bekerja sama dengan salah satu penerbit mayor nasional, Quanta Kids yang merupakan imprint dari PT Elex Media Komputindo.

Banyak sekali ilmu yang aku dapatkan dari kelas ini. Tidak hanya tahu bagaimana cara menulis cerita anak hingga mengembangkannya, aku juga diajak untuk berlatih menulis dalam waktu singkat. Tantangan banget ini! Harus bisa men-challange diri sendiri walau sejujurnya sulit. Selain belajar menulis cerita, kami juga diberikan pemahaman mengenai dunia penerbitan. Materi ini diberikan langsung oleh salah satu editor Quanta Kids, mbak Jarwati.

Para pementor di kelas ini juga bukan main-main. Tim Wonderland yang terdiri dari mbak Wulan Mulya Pratiwi, mbak Dian Nofitasari dan mbak Walidah Ariyani adalah para penulis cerita anak yang sudah menerbitkan banyak sekali buku anak di penerbit mayor.

Terima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh tim Wonderland.

Love,

Bubunnya Aqeela

Please care to leave nice comment :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.