Merantau Warrior (2009)

 

Merantau Warrior (International or maybe just Malaysian title??)

Agak terkejut sebenernya mendengar judul yang agak corny. Tapi apapun itu, kalau untuk film Indonesia pasti akan saya bela-belain untuk nonton. Termasuk film ini.

Sebelum ditayangkan di Indonesia, sebenernya saya sudah cukup penasaran untuk menontonnya. Gara-gara waktu itu saya sempet nonton behind the scene nya di metro yang menyebutkan bahwa ini merupakan film action yang cukup fenomenal.

Yup.. emang bener-bener fenomenal kok.

Gak kalah dengan film-film action buatan Hongkong ataupun Hollywood, film ini menyajikan pertarungan silat yang cukup mendebarkan plus dengan darah yang bertebaran dimana-mana. Aksi yang ditampilkan membuat penonton terperanjat, ngilu, sampai berteriak karena melihat “kebrutalan” yang disajikan.

Apa yang saya sangat kagumi dari film ini adalah:
1. Sinematografi
Waaahh.. klo udah ngomongin sinematografi, saya pasti langsung semangat. Dan biasanya memang kadang-kadang saya jadi bias kalau sudah menonton film karena saya akan lebih suka memperhatikan sinematografi di banding yang laen. Apapun itu, sinematografi film ini saya kasih PERFECT! Menawan, tidak membosankan, dan tidak tipikal seperti film-film Indonesia lainnya. Saya seperti sedang menonton film Hollywood dengan sinematografi yang apik.

2. Musik
Musiknya juga sangat sangat tidak mengganggu untuk telinga saya. Semua terasa pas dan sangat tidak berlebihan. Bahkan dibagian awal film ini, selama beberapa menit penonton akan tetap tersihir dengan film ini tanpa harus terhanyut dalam backsound.

3. Opening yang muantab!
Openingnya saya suka. Suka banget malahan. Menampilkan Yuda mempraktekan beberapa gaya-gaya dalam silek (silat in Indonesia) dan diakhiri dengan extreme close up mukanya plus suara Christine Hakim yang membahana.

4. Christine Hakin (of course!)
Saya masih saja tergila-gila dengan aktris yang satu ini. Walaupun dia hanya tampil di beberapa scene awal dan akhir, tapi justru disitulah “kunci”nya. Dengan tampil beberapa menit saja-apabila ada orang bertanya tokoh apa yang paling mengena di hati saya-saya akan menjawab tokoh “amak” dengan lantang. Terutama ketika di akhir cerita dimana betapa sedih dan terlukanya tokoh amak mengenang putranya yang telah tiada.

Setiap film pasti memiliki celahnya tersendiri, termasuk film ini. Hal crucial yang menurut saya sangat mengganggu adalah tulisan MERANTAU yang ditampilkan di awal dan akhir cerita. Reaksi pertama yang saya keluarkan adalah: “Kok font nya jelek banget sih??”

Dan ada beberapa pemeran pembantu yang membuat saya sedikit terganggu dengan aktingnya. Hmmm… sepertinya tidak sedikit. Tapi banyak.. hehehehe..

Apapun itu, saya sangat menghargai jerih payah pembuatan film ini. Walaupun film ini bukan buatan Indonesia 100% asli, semoga Indonesian film maker diluar sana mulai tergoyah untuk membuat film action yang memang pure action seperti ini dengan jalan cerita yang lebih kuat (karena menurut saya benang merah ceritanya kurang kuat).

Director: Gareth Evans
Screen writer: Gareth Evans & Daiwanne Raile
Cast: Iko Uwais, Sisca Jessica, Christine Hakim, Donny Alamsyah

Related Post

Tweet about this on TwitterPin on Pinterest0Share on Google+0Share on Facebook0

Please care to leave nice comment :)