Misi Hidup dan Produktivitas

Ketika kemudian diajak kembali merenung mengenai Misi Hidup yang sudah saya declare-kan pada NHW sebelumnya, kali ini sayapun kembali ditantang untuk membuat sebuah BIG PLAN agar bisa mencapai Misi Hidup sehingga produktivitas-pun bisa tercapai secara maksimal. Seperti yang juga telah di gambarkan di ST30 (Strength Typology) bahwa saya termasuk orang yang suka merencanakan ke depan apa yang ingin saya lakukan, maka membuat rencana besar ini sangat menantang bagi saya pribadi.

Ada 3 pertanyaan besar yang diberikan kepada kami:

Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)

Agar sesuai dengan Misi Hidup yang sudah saya tuliskan pada NHW sebelumnya yaitu ingin menjadi Guru Kehidupan si Kicik, maka aktivitas yang saya pilih adalah Mengajar si Kicik.


Jawablah pertanyaan “BE DO HAVE” di bawah ini :
1. Kita ingin menjadi apa? (BE)

Guru Kehidupan untuk si Kicik.

2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)

Mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Saya memang sangat tertarik dengan Islamic Parenting tetapi bukan berarti saya hanya terpaku pada ilmu itu saja. Beberapa aspek yang tercakup dalam Islamic Parenting seperti religion, sociology & psychology memang menarik minat saya secara khusus. Tidak hanya mengandalkan beberapa buku referensi saja, saya juga mengikuti kelas secara online dari Islamic Online Unversity dimana saya bisa belajar ketiga hal tersebut secara beriringan.

3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

Tentu saya ingin mendapatkan ilmu tersebut sebagai bekal saya dan mengaplikasikannya langsung dalam kehidupan kami setiap hari. Tidak hanya itu saja, tetapi juga kemudian ingin saya wariskan kepadanya sepanjang hidup. Akan menjadi kebanggaan saya apabila suatu hari nanti saya bisa mendengar kalimat ” I learn these (good) things from my Bubun”.


Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini:

1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

Secara garis besarnya, salah satu tujuan hidup saya adalah bisa menjadi seseorang yang akan selalu diandalkan si Kicik, dalam hal apapun itu. Itulah mengapa menjadi Guru Kehidupan adalah Misi Hidup yang saya deklarasikan. Oleh karena itulah, saya harus bisa membekali diri saya agar bisa menjadi seseorang yang akan selalu ia cari.

2. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan (strategic plan)

5 tahun lagi, si Kicik akan berumur 10 tahun. Disinilah masa pre-teen akan dimulai. Pada saat ini, saya sudah harus memahami lebih dalam mengenai Islamic Parenting secara holistik sehingga menjalani dan mendampingi si Kicik dalam masa pra remaja ini akan menjadi lebih mudah. Pada saat itu, tentu akan banyak sekali pertanyaan yang akan diajukan si Kicik kepada saya. Tidak hanya itu, mendidik anak pada zaman sekarang perlu pembekalan diri yang matang bagi para orang tua, termasuk saya.

3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun (new year resolution)

Saat ini, saya sangat tertarik dengan Fitrah Based Education. Saya ingin meng-kaya-kan diri saya terlebih dahulu dengan konsep ini yang kemudian juga dibarengi dengan tidak putus-putusnya mencari ilmu di berbagai media dan tempat.

“Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH

Love,

Bubunnya Aqeela

 

Sumber:

Materi Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #8, Misi Spesifik Hidup dan Produktivitas, Insitut Ibu Profesional

Materi Nice Homework #8, Misi Hidup dan Produktivitas, Insitut Ibu Profesional

Dian Mariesta

Author: Dian Mariesta

You can call me Dian, a housewife living in the middle of hustle bustle of Kuala Lumpur but still cannot forget my own “kampong”, Indonesia. Living for more than 10 years in Malaysia still make me a pempek-lover, bakso addict, gado-gado enthusiasts, and bakmi devotee. Photography and writing are one of the things that keep me sane throughout my day as a devoted housewife.

Related Post

Please care to leave nice comment :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.