Nyuci Sendiri di Self-Service Laundry

Haloo. Dipaksa nulis lagi, soalnya Puan Istri sibuk sama freelancing-nya sampe blog ini ga di-update sama sekali. Karena bingung mau nulis apa, jadi saya coba tulis field-report kegiatan saya pagi ini. Rencana habis sarapan, pancake yummy buatan Puan Istri, saya mau cuci seprei dan handuk. Ya bukan nyuci dirumah, tapi berhubung banyak jumlahnya, ga mungkin dicuci di rumah dan jemuran juga ga bakalan muat. Opsinya cuma dibawa ke laundry, tapi ini self-service laundry atau  coin-laundry. Nyuci sendiri gitu. Di daerah deket rumah ada beberapa tempat, kali ini saya pilih dekat tempat cuci mobil langganan. Sambil nunggu mobil siap dicuci, seprei dan handuk pun bisa sekalian dicuci. Efisien dan praktis.

Keadaan Tempat Self-Service Laundry
Suasana Tempat Laundry

 

Daftar Harga
Daftar Harga
Mesin Tukar Koin
Mesin Tukar Koin

Berikut di atas suasana di tempat laundry tersebut. Terdapat sejumlah mesin cuci dengan jenis bervariasi mengikut kapasitas. Beda kapasitas tentu beda harga. Juga terdapat sederet mesin pengering. Untuk contoh harga silahkan rujuk ke foto di atas.

Disediakan juga mesin penukar koin, karena mesin cuci dan pengering tersebut hanya menerima koin 50 sen. Pada tempat tertentu ada yang memakai koin khusus yang sudah disediakan. Khusus di tempat ini disediakan juga tempat untuk membeli deterjen atau pewangi. Di tempat lain ada yang tidak memerlukan deterjen karena mesinnya sudah otomatis mengeluarkan deterjen dan pewangi ketika mencuci. Bisa dilihat juga tidak ada orang dari pihak laundry yang menjaga, Alhamdulillah di sini boleh dibilang relatif aman.

Jadi bisa dibilang fasilitas begini cukup memudahkan. Apalagi di tempat tertentu ada yang menyediakan free wifi. Tapi mungkin kalau dibandingkan dengan di Indonesia, kayaknya yang di Indonesia lebih enak ya. Karena dicuciin, dilipatin, disetrikain. Tinggal beres. Hehehe.

Cukup sekian dulu, jumpa lagi di tulisan ga penting seterusnya.
Yayah Belajar Nulis,

Yayah Aqeela

*Update. Tulisan mengenai biaya hidup di Malaysia sudah di publish. Ini bisa menjadi referensi pembaca kalau ingin tahu gambaran tentang cost of living di Malaysia.

Author: Doli Abu Daanya

Suami yang baik dari admin diandandunia.net. Yayah yang “setrong” dari Daanya. Pegawai IT di sebuah perusahaan asing di Malaysia. Masih warganegara Indonesia. Dan terus mencari ridho Allah.

1 Comment

  1. di indonesia ngak ada self laundy. klo ada pasti bakal laku keras.

Please care to leave nice comment :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.