Informasi Tentang Pajak di Malaysia dan Cara Menghitungnya

Informasi Tentang Pajak di Malaysia dan Cara Menghitungnya

Halo, saya kembali lagi dengan tulisan baru. Kali ini saya coba untuk berbagi informasi tentang pajak di Malaysia dan cara menghitungnya. Informasi ini penting dan topik mengenai pajak menjadi salah satu persoalan yang sering ditanyakan oleh orang-orang yang punya rencana hijrah untuk bekerja di Malaysia, selain pertanyaan tentang biaya hidup di Malaysia tentunya.

Kenapa penting? Karena ini masalah uang bung! Salah hitung dan perencanaan bisa mengancam kelangsungan dan kesinambungan hidup. hehe.. Tambah lagi, saat ini sudah mendekati bulan April dan waktu untuk lapor pajak akan segera tiba.

Sebelum masuk ke tulisan saya, topik ini sebenarnya sudah didiskusikan di mana-mana. Salah satunya sudah di bahas panjang lebar di forum Kaskus Regional Malaysia. Sampai agan Hendra Jaya Napitupulu membuat satu thread khusus untuk menjelaskan secara terperinci (dan membuat akun my.oh.my khusus untuk membuat thread tersebut). Walau begitu, masih tetap ada sebagian orang yang bertanya hal yang sama. Mungkin karena tidak dapat mengakses sumber-sumber yang sudah ada atau bisa juga memang sulit untuk memahami informasi yang sudah ada.

Jadi di sini saya akan coba lagi menjelaskan from A to Z tentang perpajakan di Malaysia. Tentunya berdasarkan apa yang saya tahu. Kalau ada kesalahan mohon dikoreksi melalui kolom komentar dan akan saya update nantinya. Jom mari kita mulai!

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Di sini kita membahas tentang pajak individu ya. Secara garis besar, rate pajak untuk individu berdasarkan status kependudukan; Non-Residence dan Residence.

Non-Residence

Secara definisi dalam kamus perpajakan Malaysia, non-residence berarti orang yang tinggal di Malaysia kurang dari 182 hari. Bisa dirujuk ke website HASIL berikut. Untuk yang masuk dalam kategori ini, kamu akan terkana pajak Flat 28% sampai kamu mendapatkan status sebagai residence.

Non-Residence Tax
Non-Residence Tax

Residence

Individual Tax Rate 2018
Individual Tax Rate 2018

Sedangkan untuk residence, kalkukasi pajak mengikut annual taxable income. Bisa digabung dengan pendapatan istri atau dipisah dan dihitung masing-masing. Untuk tabel tarif pajaknya bisa dirujuk ke website HASIL berikut. Untuk cara perhitungannya, saya kira ini umum ya. Total gaji tahunan di potong tax relief, rebate atau segala sesuatu yang exempted (Pendapatan Tidak Kena Pajak atau di Indonesia biasa disebut PTKP), baru rujuk ke tabel di atas.

Misalnya, Total Pendapatan Kena Pajak kita asumsikan RM60,000. Maka total pajak yang harus dilaporkan adalah memakai baris ke-5 pada tabel diatas. RM50,000 pertama dari total RM60,000 terkena pajak sebesar RM600. Sisa RM10,000 dari total RM60,000 terkena pajak 14% (RM10,000 x 0.14) yaitu RM1,400. Jadi total pajak yang harus dilaporkan adalah RM600 + RM1,400 = RM2,000. Mudah-mudahan bisa dipahami ya.

FAQ

Banyak lagi yang bisa dijelaskan sebenarnya pada topik seputar perpajakan ini. Mungkin lebih mudah kalau saya buat dalam format FAQ aja. Jadi ini beberapa point yang saya ingat dan mungkin penting. Nanti seiring berjalannya waktu dan kalau ada masukan dari pembaca, bisa saya tambahkan lagi di kemudian hari.

—————-

Bagaimana untuk merubah status dari non-residence ke residence?

Ini bisa dilakukan dengan bantuan perusahaan tempat kamu bekerja atau langsung mendatangi kantor LHDN terdekat. Tentunya jika kamu yakin dengan kalkulasi bahwa sudah berada di Malaysia lebih dari 182 hari. Kalau saya tidak salah, hanya perlu mengisi formulir dan memfotokopi seluruh halaman paspor untuk pendataan keluar-masuk Malaysia.

Ada beberapa ketentuan mengenai 182 hari tersebut. Saya biasanya selalu merujuk ke dokumen yang di-publish oleh PWC. Coba rujuk dokumen berikut di halaman 20. Nah kemudian, selama belum mencapai 182 hari, kamu akan terkena pajak flat 28%.

Seperti yang saya tulis di atas, nilai ini termasuk cukup besar. Tapi jangan khawatir, setelah kamu mendapatkan status resident Malaysia, kamu bisa membuat appeal untuk uang tersebut dikembalikan dan nantinya kamu akan membayar pajak mengikut tarif normal.

Apa saja yang termasuk faktor Tax Relief?

Untuk mengurangi Taxable Income, ada beberapa relief yang applicable untuk orang asing yang bekerja di Malaysia. Tabelnya bisa dirujuk ke website LHDN berikut. Setiap tahun ada kemungkinan terjadi perubahan mengikut anggaran perbelanjaan negara yang biasanya diumumkan sekitar bulan November. Jadi rajin-rajin ikutin berita ya.

Apakah kalau potongan pajak kita berlebih nanti akan dikembalikan?

Iyes!! Katakanlah setiap bulan pendapatan kamu sudah terpotong pajak. Sampai pada akhir tahun, perusahaan akan memberikan EA form (mungkin di Indonesia dikenal sebagai SPT kali ya?) Dimana kamu bisa mengetahui berapa jumlah pajak yang sudah dibayarkan.

Setiap bulan Maret, kamu diharuskan membuat pelaporan pajak. Disini kamu bisa melakukan penghitungan ulang dengan menambahkan Tax Relief dalam kalkulasi. Biasanya, jumlah pajak yang sudah kamu bayarkan akan berlebih. Kelebihan itulah yang akan dikembalikan setelah kamu melaporkan pelaporan pajak.

Bisa tipu-tipu kali ya untuk ngurangi nilai pajak?

Secara teori sih bisa. Silahkan saja kamu kurangi Taxable Income anda secara maksimal. Tetapi mohon difahami, kamu harus menyimpan segala bukti pembayaran untuk 7 tahun kedepan jika petugas pajak melakukan audit. Gagal memberikan bukti tersebut maka kamu akan diharuskan membayar pajak sesuai dengan nilai yang harus dibayarkan dan bahkan ada denda juga kalau saya tidak salah.

 

2 Comment

  1. Post tentang submit laporan pajak koq ga ada ya bang? yang seperti di instagram?

    1. Avatar Doli Abu Daanya says: Reply

      Halo Bang. Oke, akan saya tambahkan artikelnya. Menyusul ya, tunggu 2-3 hari 🙂

Please care to leave nice comment :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.