Pengalaman Menyusui Aqeela

Saya ingin sedikit berbagi mengenai pengalaman menyusui Qeela selama lebih kurang 2 bulan ini.

Hari-hari diawal menyusui Qeela terasa sangat berat. Terutama setelah mengetahui bahwa Qeela harus disinar karena kuning. Penyebab kuning yang dialami Qeela ini cukup berbeda. Bukan karena golongan darah dan bukan karena faktor lain. Tapi disebabkan ada luka dikepalanya yang menjadikan darah di area tersebut beku dan harus dipecahkan. Pemecahan sel darah tersebutlah menyebabkan dia menjadi kuning. Luka dikepalanya tersebut ada karena proses melahirkan Qeela yang menggunakan vacuum cukup ekstrim.

Hal inilah yang menimbulkan rasa bersalah pada diri saya. Anak kecil nan lucu ini harus menderita di bawah sinar lampu yang panas karena bunbunnya tidak bisa ngeden sehingga dokter harus mengambil tindakan vacuum. Kesedihan inilah yang menjadikan ASI saya menjadi seret. Pada 2 hari pertama, ASI saya belum keluar. Dengan tekad untuk tidak memberikan susu formula pada Qeela, kami mencari donor ASI. Alhamdulillah, 2 teman kami rela memberikan sedikit ASInya untuk diminum Qeela.

Di hari ke 3, seorang suster senior mendatangi saya. Pada dasarnya, beliau adalah seorang yang Pro Asi. Tetapi dengan kondisi Qeela yang seperti ini, beliau menyarankan untuk memberikan Susu Formula apabila ASIP yang mereka terima tidak cukup. Setelah berdiskusi dengan suami dan keluarga, kami sepakat untuk menandatangani consent form pemberian sufor. Beliau menjelaskan bahwa sufor disini justru seperti penggunaan obat. Diberikan kepada bayi sebagai salah satu alat bantu untuk si bayi menjadi cepat sehat. Mereka berjanji bahwa tidak akan diberikan jika tidak terpaksa.

Alhamdulillah, sorenya ASI saya sudah keluar. Begitu melihat kolostrum keluar dari PD saya, saya langsung berkaca-kaca. Akhirnya Qeela masih bisa mendapatkan kolostrum ini. Terima kasih ya Allah!

Walaupun begitu, saya masih harus sedih berpisah dari Qeela selama seminggu. Saya hanya mendapatkan waktu lebih kurang 1 jam setiap 3 jam sekali untuk menyusui Qeela. Setiap kali Qeela datang ke kamar saya, saya tahu mata saya langsung berbinar-binar melihat si cantik ini.

Setelah 1 minggu disinar, akhirnya Qeela sudah boleh pulang ke rumah. Bahagia rasanya!

Lalu dimulailah masa-masa yang paling menyulitkan dalam menyusui. Di bulan-bulan awal ini, proses menyusui Qeela sangatlah menyakitkan. Proses pelekatan yang kurang baik menyebabkan puting saya luka dan berdarah. Bahkan pada satu malam, saya melihat bekas susu berwarna merah nempel di pipi Qeela dan di tempat tidur. Berarti susu yang keluar sudah bercampur dengan darah dari luka di PD saya. Setelah bertanya dengan salah satu pakar laktasi, Mba Fitra, beliau menyarankan untuk tetap disusui. Tidak ada masalah kepada bayi jika bayi meminum susu yang becampur darah. Selama beberapa minggu, saya merasakan betapa sakitnya menyusui itu. Bahkan saya menangis dan meraung menahan sakit yang teramat sangat.

Memasuki bulan ke 2, saya sudah mulai merasakan betapa nikmatnya menyusui. Proses pelekatan berjalan baik dan Qeela sudah pintar menyusu. Tinggal tempel, langsung jleb! Tidak perlu terlalu banyak diarahkan seperti pada bulan pertama. Alhamdulillah Qeela semakin gendut dan pintar. Semoga proses menyusui kita ini terus berjalan sampai Qeela berusia 2 tahun ya nak!

 Capture

Love,

Bunbun

Related Post

Tweet about this on TwitterPin on Pinterest0Share on Google+0Share on Facebook0

2 Comment

  1. aku ga tau kalo nyusuin itu sakit hehe.. well, semoga aku juga cepat jdi ibu trus ngalamin semua ini juga.
    cepet besar Aqeela sayang, semoga sehat terus dan lucu.

  2. dianmariesta says: Reply

    Makasih banyak aunty cantik. Nanti kalo ada waktu, kita ketemuan2 yuuuk.:)

Please care to leave nice comment :)