RECTO VERSO by Dewi Lestari (2008)

 

PARAH!!!

Keren mampus ini buku.. Setelah kmaren agak kecewa ama kumpulan cerpennya DEE di filosofi kopi yang kurang menggigit banget dan akhirnya kehausan saya dengan karya-karyanya DEE sangat terobati dengan adanya hibrida bernama “RECTO VERSO “ini.

Bisa dibilang ini satu-satunya kumpulan cerita pendek yang bisa bikin saya senyum, geleng2, ampe terkejut karena setiap cerita yang ditampilkan bener2 bermakna, dalam, dan pada akhirnya membuat kita berfikir kalo sebenernya banyak sekali bumbu-bumbu hidup yang patut diangkat ke dalam sebuah cerita. Tidak hanya sekedar kecintaan kepada lawan jenis tetapi DEE sangat apik mengemas kecintaan seorang ibu terhadap keluarganya di cerita “TIDUR”.

Bisa dibilang, the most SWEET story over all yang akan saya pilih adalah “MALAIKAT JUGA TAHU”. Walaupun pada akhirnya tidak mencapai sebuah kebahagiaan untuk tokoh utamanya tetapi saya merasa kalau memang cerita ini merupakan MASTERPIECE DEE diantara semua cerita yang lain.

Terutama sewaktu dia menulis:
“Perempuan muda itu benar. Dirinya bukan malaikat yang tahu siapa lebih mencintai siapa dan untuk berapa lama. Tidak Penting. Ia sudah tau. Cintanya adalah paket air mata, keringat, dan dedikasi untuk merangkai jutaan hal kecil agar dunia menjadi tempat indah dan masuk akal bagi seseorang. Bukan baginya. Cintanya tak cukup waktu untuk dirinya sendiri.

Tidak perlu ada kompetisi disini. Ia, dan juga malaikat, tahu siapa juaranya.”

(quote from: Malaikat Juga Tahu by DEE)

Selain itu ada dua cerita lain yang sangat membuat saya menjadi tergila-gila ialah “AKU ADA” dan “CICAK DI DINDING”. Dua buah cerita dimana satu sisi adalah cinta yang yang akan selalu ada menemani walaupun ia sudah mati dan sisi yang lain adalah cerita mengenai besarnya cinta seseorang lelaki terhadap seseorang yang tidak mungkin dijangkaunya.

Memang benar, hibrida ini sangat pas apabila kita menikmatinya dengan memakan keduanya sekaligus. Walaupun kita masih dapat menikmatinya secara terpisah tetapi justru kalau kita menikmati layaknya makan biskuit gula dan kopi akan lebih terasa manis pahitnya dibandingkan dengan menikmati manisnya saja atau pahitnya saja.

well, like she said:
“Dengarkan kisahnya. Baca musiknya. Selami ilustrasinya”

Selamat menikmati magisnya menyusuri sungai kreatvitas DEE yang pada akhirnya akan bermuara kepada laut yang sama….

Tweet about this on TwitterPin on Pinterest0Share on Google+0Share on Facebook0

3 Comment

  1. hmmmmmmmmmmmmm..
    jadi pengen baca buku yang ini..
    duluny sih pas tau ni buku kmpulan cerpn kek fils.kopi jadi males bacany malah..

    tapi bole dicoba dulu lah ini..
    ad yang mo minjemin?

  2. nah da..

    buku ini emang mantaabb!!!
    emang sih kayak filosofi kopi yang isinya kumpulan cerpen gitu.

    Tapi ni cerpen2nya keren2 smuaaaa….

    mau pinjem buku aku??
    tapi gimana ngasihnya yaaa???

  3. hayooo..
    mau minjemin aku dulu apa si andikaa???

    hehehehe

Please care to leave nice comment :)