Selamat berkarya, Ibu Profesional!

Alhamdulillah.. Genap 3 bulan sudah saya menyelesaikan perjalanan ini dengan para ibu hebat di seluruh dunia. Selama 3 bulan, kami diajak untuk bisa merenung lebih dalam, lebih jauh dan lebih intim. Pada Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 5 Luar Negeri ini, saya dipertemukan dengan berbagai macam karakter dan pemikiran para wanita yang beyond amazing.

Siapa bilang ibu-ibu seperti kami hanya memikirkan “Masak apa ya hari ini?”, “Aduh, belom nyapu ama ngepel nih!”, atau “Siap-siap. Hari ini musti nanjak gunung setrikaan”. Justru, saya bertemu dan bertukar kisah dengan para wanita yang strong, tough dan bahkan visioner! Bertukar kisah, canda dan tawa selama 3 bulan memberikan makna tersendiri bagi saya. Membuka mata saya mengenai bagaimana sistem edukasi di berbagai belahan dunia, bagaimana persepsi masyarakat Barat tentang Islam, bagaimana kehidupan sosial dan kehidupan beragama baik di negara muslim maupun tidak, berbincang mengenai kuliner yang tak ada habisnya hingga candaan-candaan lucu yang kadang saklek tapi ngangenin.

Rindu? Tentu!

Tapi kisah ini tidak hanya berhenti di kelas Matrikulasi Lima Benua, justru baru akan dimulai ketika kita menyelesaikan “kelas kehidupan” ini. Bagaimana seru dan alotnya diskusi kita hingga larut malam yang justru seharusnya tidak putus dan berhenti di ruang diskusi saja. Bergerak! Itu yang kemudian dan seharusnya kita lakukan.

Melalui apa? Banyak channel yang tentu bisa kita gunakan tetapi disini Insitut Ibu Profesional telah memberikan wadah seluas mungkin kepada para anggotanya untuk mengolah ide, mempersiapkannya hingga mampu mengeksekusi ide tersebut agar bisa menebarkan manfaat.

 

 

Selamat berkarya teman-teman! Selamat bergerak maju untuk bisa menumbuhkan mimpi-mimpi kita yang sudah kita deklarasikan sebelumnya. Saya disini berdoa agar teman-teman semua bisa terus maju menebarkan manfaat dengan ilmu, passion dan cinta.

Salah satu karya yang berhasil ditelurkan oleh Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 5 Luar Negeri adalah sesi Wisuda Online yang luar biasa. Tidak hanya sekedar haha-hihi, sesi wisuda yang dikelola oleh ibu-ibu yang tinggal di berbagai belahan dunia ini bersatu mewujudkan sebuah rangakaian acara yang sesungguhnya memberikan manfaat tidak hanya kepada kami para anggota kelas tetapi juga kepada banyak orang. Tidak hanya manfaat, namun juga menyentuh banyak hati. Termasuk saya.

Menyatukan berbagai pembicara mulai dari Malaysia bersama Mba Wina Risman, Jepang bersama Mba Yetti Dalimi hingga Inggris bersama ibu dokter Dyah Mustikaning Pitha Prawesti.

Sesi Membangun Peradaban dari dalam Rumah bersama mba Wina Risman berlangsung pada 9 April kemarin. Sayang, untuk sesi kali ini saya tidak bisa menyebarkan hasil sesi perbicangan selama Kuliah Whatsapp karena beberapa pertimbangan.

Tapi, sesi Live Seminar yang dijalankan kemarin bisa diintip di sini ya:

  1.  Seminar bersama Mba Yetti Dalimi dengan tema “Kiprah Wanita Indonesia di Mancanegara”
  2.  Seminar bersama Dr. Dyah Mustikaning Pitha Prawesti Sp.OG., MRCOG dengan tema “Family & Work Balance”

Tak habis-habisnya saya terpukau dengan dedikasi, kreativitas dan cinta yang telah diberikan teman-teman panitia wisuda Matrikulasi Batch 5 Luar Negeri. Kudos untuk kalian semua, teman! Semoga jerih payah yang telah dicurahkan ini bisa memberikan manfaat yang luar biasa dan menginspirasi banyak orang.

Terima kasih banyak untuk kakak fasil tercinta Mba Dede Rahmadhany, kakak Guardian mba Novi Fitriani dan kakak Observer Mba Dieni Rachmawaty. Suksesnya kelas ini tidak akan bisa kalau bukan dari hangatnya cinta kalian bertiga untuk kami semua. Terima kasih juga untuk teman-teman satu kelas yang LUAR BIASA. Semoga langkah kalian semakin menjadi ringan setelah mengikuti kelas ini. Doa yang terbaik untuk kalian semua.

 

Selamat berkarya, Ibu Profesional!

Love,

Bubunnya Aqeela

dianmariesta

Author: dianmariesta

You can call me Dian, a housewife living in the middle of hustle bustle of Kuala Lumpur but still cannot forget my own “kampong”, Indonesia. Living for more than 10 years in Malaysia still make me a pempek-lover, bakso addict, gado-gado enthusiasts, and bakmi devotee. Photography and writing are one of the things that keep me sane throughout my day as a devoted housewife.

2 Comment

    1. lafff you tuuu mbaaaa..

Please care to leave nice comment :)