Seni Silat Banteng Betawi????

Yap… saatnya buat mengkritik apa yang harus dikritik.

yang harus dian kritik sekarang ini adalah:

Itu salah satu selebaran yang ada di UUM yang kebetulan dian ambil di kolej. Dengan Judul SENI SILAT BANTENG BETAWI. Dan tentunya hal itu bikin dian naik darah lagi setelah postingan dian yang ini.

Setelah dian cek di internet, ternyata memang ada persatuan untuk seni silat ini di Malaysia yang bermaksud kalo seni silat ini DIAKUI di Malaysia. Tentunya dian tambah panas melihatnya. Dulu mungkin dian termasuk orang apatis yang gak peduli ama hal2 seperti ini. Tapi sejak dian kuliah di Malaysia, rasa nasionalisme itu timbul sendiri dengan melihat orang2 malaysia selalu menganggap kita itu inferior dan mereka superior.

Mulai dari kata2 INDON yang gak habis2nya mereka sebut ampe masalah budaya juga yang mereka ambil. Dan sekarang nama2 BETAWI dibawa2 menjadi salah satu milik mereka.

Untuk meredakan emosi sendiri, dian masih tetap berpikir kalau MUNGKIN mereka punya cerita mereka sendiri tentang kesenian itu. Sama seperti yang mereka bilang waktu dian tanya mengenai lagu rasa sayange yang mereka ambil untuk mendukung Visit Malaysia 2007 kmaren, “Kami dari kecil juga sudah diajarkan lagu RASA SAYANG (kalau di kita rasa sayange). Bahkan dari TK kami sudah diajarkan oleh guru kami untuk menyayikan lagu itu dan kami tidak tahu kalau ternyata lagu itu merupakan salah satu lagu daerah Indonesia”.

Hmmm…. itu lah mungkin salah satu akibat yang bakal kita dapet kalau kita hidup dalam satu rumpun.

Oya, kemaren waktu lagi di Bus mau ke kampus, supir busnya muter film Malaysia. Nah salah satu scene di film itu menceritakan tentang proses perkawinan orang minang di Malaysia dengan backsound lagu “Ayam den Lapeh”.

Dian sempet punya cerita tentang lagu tersebut. Waktu acara wisuda 2 atau 3 semester yang lalu, dian dan beberapa temen mendapat tugas buat jadi paduan suara. Selama berjalannya wisuda, para mahasiswa akan memainkan alat musik tradisional (yang tentunya dari Indonesia) seperti gamelan, angklung, dan cak lem pong. Jadi ada suatu saat dimana pemain musik tersebut memainkan lagu Ayam Den Lapeh. Spontan, temen dian yang dari Johor bilang kalau lagu itu adalah lagu daerah dari Johor.

Trus, kita ya pada bingung. Emang orang sini tau apa arti lagu itu apa. Jelas2 itu lagu pake bahasa minang.

Memang aneh ya…

Tweet about this on TwitterPin on Pinterest0Share on Google+0Share on Facebook0

7 Comment

  1. Ya sebenernya ga masalah sih kalau malaysia juga mempunya adat seperti itu, kalau memang terjadi silang budaya.

    Tapi satu!!
    Tidak mengakui dan mematenkannya.

    Kalau memang budaya serapan, yasudah, silahkan pakai, tanpa harus mematenkan.

  2. apa kamu bilang dong. jagan bikin ribut , adatla kita sume dari satu rumpun bahasa

  3. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Indonesia.Benar benar sangat bermamfaat dalam menambah wawasan kita menjadi mengetaui lebih jauh mengenai indonesia.Saya juga mempunyai artikel yang sejenis mengenai indonesia yang bisa anda kunjungi di Indonesia Gunadarma

  4. makasih infonya membantu

Please care to leave nice comment :)