Surat Cinta untuk Yayah

Assalamualaikum Yayah cinta balabala..

Tidak sulit untuk bisa jatuh cinta kepadamu. Jadi, ketika menuangkan rasa ini dengan tujuan untuk mencintaimu kembali terkesan aneh. Karena tidak ada “kembali”, selalunya “selalu”.

Bubun tahu, dari awal Yayah akan menjadi orang yang sangat tepat untuk mendampingiku menghadapi dunia bersama, meresapi indahnya kebersamaan, berlari bersama mengejar apa yang menjadi tujuan hidup kita. Bertatapan, bergandeng tangan hingga tertatih bersama demi meraih Jannah kita.

Apalagi ketika si kicik lahir. Dengan segala ketidaksempurnaan Aqeela, Yayah justru membuatnya menjadi lebih indah. Dengan segala ketidaksempurnaan Bubun, Yayah jugalah yang membuat semuanya menjadi semakin indah. Kita saling melengkapi satu sama lain.

Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Alhamdulillah..

Itulah yang selalu Bubun ucapkan ketika melihat wajahmu yang lelah menghadapi semua. Mengelus lembut punggungmu dari menahan bebannya dunia. Memelukmu dengan erat sebelum terjatuh. Bergandeng tangan bersama menghadapi segala suka dan duka.

Termasuk ini…

Membangun peradaban kecil kita..

Membangun peradaban kecil di rumah selalu menjadi kerja tim yang luar biasa dari Yayah, Bubun dan bahkan Aqeela. Kalian adalah salah satu dari nikmat terindah yang Allah berikan untuk Bubun.

Bersama Yayah dan Aqeela, yuk kita bangun keluarga kecil kita berdasarkan tutunan yang sudah diajarkan Sang Maha Pencipta..

Bersama Yayah dan Aqeela, yuk kita isi hari-hari bersama dengan alunan indah yang sudah disabdakan-Nya kepada sang tercinta Nabi Muhammad SAW..

Bersama Yayah dan Aqeela, yuk kita mengasah hati menjadi lebih tajam dan peka atas apa yang terjadi di sekitar kita..

Bersama Yayah dan Aqeela, yuk kita hilangkan semua beban di dada dan berjalan bersama hingga bisa meraih Jannah yang telah dijanjikan-Nya..

Dari beribu banyak doa yang Bubun panjatkan kepada Sang Maha Pengabul Doa, selalu dan selalu akan Bubun selipkan doa yang panjang untuk Yayah. Untuk kita. Agar kelak kita bisa berjumpa dan berkumpul kembali menikmati Jannah bersama.

Aamiin..

Love,

Bubun

 

Dian Mariesta

Author: Dian Mariesta

You can call me Dian, a housewife living in the middle of hustle bustle of Kuala Lumpur but still cannot forget my own “kampong”, Indonesia. Living for more than 10 years in Malaysia still make me a pempek-lover, bakso addict, gado-gado enthusiasts, and bakmi devotee. Photography and writing are one of the things that keep me sane throughout my day as a devoted housewife.

Related Post

Please care to leave nice comment :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.