Terima kasih SMA Plus Negeri 17 Palembang

Tiba-tiba saya teringat dengan jaman SMA. Kata orang sih SMA itu, jaman yang paling membahagiakan. Tapi menurut saya sih gak sepenuhnya betul. Justru saya mendapat banyak sekali pembelajaran disana. Mulai dari persahabatan, penghianatan, kesakitan, dan percintaan tentunya.

Tapi bukan itu yang akan saya ceritakan. Saya justru rindu sekali akan suasana SMA itu. Terutama dengan kesibukan-kesibukan yang saya punya. Kesibukan yang menurut saya tidak ada habisnya. Mulai dari pertama kali menjejakkan kaki di sekolah sampai akhirnya harus angkat kaki dengan berat berpisah dengan sekolah hijau itu.

 

Kantin sekolah. Waktu jaman saya posisi kantinnya bukan disini.
Jadi pengen makan modelnya Kak Is ama Mi Goreng Ma’e.

 

 

SMA saya merupakan sekolah yang paling unggul se-Sumatra Selatan pada saat itu(katanya sih begitu). Saya masuk sebagai angkatan 6 tetapi selama 5 angkatan kebelakang, sekolah ini sudah membuktikan bahwa murid-murid yang ada bukanlah murid “buangan”. Dari situlah saya belajar bahwa tidak ada manusia bodoh. Semua orang itu pintar. Hanya kita tinggal memilih mau berusaha atau tidak. Dan sekolah ini terus berusaha menumbuhkan rasa semangat muridnya untuk berdiri tegak dan itu berhasil.

Itu baru pelajaran pertama.

Saya belajar banyak disini tetapi pelajaran paling utama yang saya dapat adalah kedisiplinan. Selama ini saya termasuk anak yang cukup manja dan sedikit pemalas (atau banyak?). Tetapi tidak di sekolah. Saya baru tau bahwa kedisipilan itu bisa timbul apabila setiap orang dilingkungan kita jga memiliki kedisiplinan yang tinggi plus ke-aware-an yang juga tinggi. Yang ujung-ujungnya orang-orang seperti saya malah terbawa ke arus dan berkembang menjadi orang yang lebih baik karena lingkungan yang baik.

Itu pelajaran kedua.

Saya termasuk siswi yang sangat aktif. Hampir semua kegiatan saya ikuti. 1 ekskul wajib diikuti oleh setiap murid. Tetapi saya tidak. Dengan kecintaan terhadap teman-teman dan diri saya sendiri, saya memilih 2 ekskul. Satu dimana saya bertemu dengan teman-teman gila, tingkah gila, tetapi hangat. Dan satu merupakan kecintaan saya akan dunia tari (dalam bahasa indo) atau dance (dalam bahasa inggris) yang kemudian membuat saya sering mengikuti perlombaan Cheerleaders dan PKS. Tidak hanya itu, pengurus inti OSIS, 2 tahun mengurus majalah sekolah, dan paduan suara inti sekolah juga mewarnai hari-hari saya. Ditambah perlombaan-perlombaan berbau bahasa Inggris yang selalu saya ikuti. Dan itu tidak membuat saya capek. Tidak sama sekali.

Itu pelajaran ketiga.

 

Lapangan upacara.
Salah satu tempat yang paling banyak kenangannya.

 

Tertawa bersama sahabat tercinta dan menangis karena ‘teman’ berbicara tetap menjadi bumbu yang akan selalu saya ingat sepanjang hidup sya. Pada masa itulah saya tahu apa arti sahabat dan bahwa setiap orang ternyata layak memiliki sahabat.

Itu pelajaran keempat.

Masih banyak pelajaran yang tentunya saya dapat di sebuah sekolah hijau nun jauh di pedalaman Lebong Siarang itu. Banyak tawa, canda, bahkan air mata yang membanjiri jiwa dan raga saya ketika saya disana. Bagaimanapun juga, kamu sudah menjadi salah satu warna yang sudah membantu membentuk saya seperti sekarang ini.

Terima kasih SMA Plus Negeri 17 Palembang.

 

Gerbang sekolah.
Saya baru tau ada tulisan ‘Terakreditasi A’. Hehehe…
Tweet about this on TwitterPin on Pinterest0Share on Google+0Share on Facebook0

3 Comment

  1. Hihihhihi.. flash back deh!! saya juga gitu!!!
    untung bisa gabung di Sekolah ini.. ketemu temen seperti kalian merupakan sebuah kehormatan bagi saya.

  2. betuuull!!!

    sebuah kehormatan bisa berteman dengan orang2 seperti kalian, teman…

    🙂

  3. Cnoel said maksudnya…salah ketik

Please care to leave nice comment :)