The Master

It’s been a while.

 

Just last week, I’ve already finished my Master’s Thesis. Alhamdulillah. It’s been a wonderful journey! (Thanks to Papa & Mama in forcing me doin’ it.. hehehe).
Kalau dibilang menyesal, tentu tidak. Bahkan saya sangat beruntung bisa merasakan bagaimana susahnya belajar dan berusaha untuk mencapai gelar ini. Jika boleh jujur, proses belajar yang saya hadapi sewaktu saya S1 dan S2 sangat jauh berbeda. Terutama lingkunganya (read: dosen).
Saya sangat bersyukur pernah bertemu, berbicara, bahkan diajar oleh dosen-dosen UKM yang notabene memang “berkelas”. Bukan bermaksud mengecilkan peran dosen-dosen sewaktu saya S1 tetapi apa yang saya dapat ketika saya mengecam pendidikan ini sangat berharga.
Ada sebuah buku yang baca kemarin. Salah satu orang terkaya di dunia, Larry Ellison, menyatakan bahwa pendidikan tidak penting. Lihat saja daftar orang terkaya di dunia ini. Hampir kesemuanya itu ialah orang-orang yang drop-out dari pendidikan. Bill Gates, Mark Zuckerberg, dan dia sendiri.
Saya tidak percaya itu. Saya tetap percaya bahwa pendidikan itu penting. Dan memang, pendidikan tidaklah harus bersifat formal. Pendidikan adalah salah satu faktor yang membantu terbentuknya seseorang. Pemikiran seseorang lebih tepatnya.
Alhamdulillah. Sejak menyelesaikan pendidikan saya ini, saya menyadari bahwa pemikiran saya jauh lebih matang jika dibandingkan dengan sebelumnya. It helps me a lot with everything I’ve done today. Salah satunya di kerjaan.
I’ll update later with what I’m doing now.

 

Cheers,

Related Post

Tweet about this on TwitterPin on Pinterest0Share on Google+0Share on Facebook0

2 Comment

  1. selamat menikmati makin tingginya idealisme di hati. kalau pun berubah, mudah2an karena menjadi lebih baik

    1. Aminn… Terima kasih doanya bu. 🙂

Please care to leave nice comment :)