Tips membagi waktu kerja dengan buah hati

Tantangan terbesar bagi ibu pekerja adalah membagi waktu untuk keluarga, terutama pada anak. Di usia yang masih dini, setiap anak tentu memerlukan kasih sayang dan perhatian, khususnya dari Sang Ibu untuk membantu tumbuh kembangnya.

Permasalahan tersebut sempat aku alami pada masa-masa cuti melahirkan akan berakhir. Aku begitu dilema untuk meninggalkan bayiku. Akan tetapi, dengan baiknya, ibu mertuaku justru begitu semangat menawarkan diri untuk mengurus Si Kecil. Dia juga menyuruh aku untuk kembali kerja, karena dia tahu wanita itu juga harus sukses di dalam karir.

Kemudian, aku mulai banyak belajar dan cari tau soal bagaimana menjadi ibu pekerja sekaligus ibu dari seorang anak yang masih berusia di bawah 5 tahun. Saat baby masih berusia 4 bulan sampai hampir 2 tahun, aku masih suka menyempatkan pulang di jam istirahat kantor. Kangen parah!  Tapi setelah anakku udah gedean dikit, aku ubah strateginya dengan tidak pulang di jam istirahat, lalu aku pulang lebih awal. Semua kerjaan di kantor itu buru-buru aku selesai semua demi bisa cepet pulang.

Sampai sekarang saat dia sudah berusia 4 tahun, akhirnya aku punya cara yang lebih mantap dalam membagi waktu antara untuk bekerja dan merawat buah hati. Nih, coba aku share ya, Bu:

  1. Buat catatan / Agenda

Aku punya note kecil yang berisi dengan agenda seluruh kegiatanku untuk di hari kerja (Senin-Jum’at) juga weekend (Sabtu & Minggu). Dari mulai jadwal bangun tidur, ngurus anak, ngurus suami, sarapan, beresin rumah, kerja, sampai pulang kembali dan istirahat. Hal ini juga berguna banget, dan jadi panduan dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Tapi ingat, jangan dilanggar! Kita harus disiplin. Selain agenda untuk diri sendiri, aku juga minta kerja sama ibu mertua untuk berbagi agenda beliau gimana aja selama sama Si Kecil di rumah. Kalau yang ini berguna untukku pas ngebayangin si anak dari kantor, atau untuk ingetin mama mertua apa dede sudah dikasih susu dan makan, bagaimana perkembangannya, and so on.

2. Komunikasi dengan Si Kecil

Sejak awal aku selalu ajak omong anakku, “mama berangkat kerja dulu ya, sebentar kok.” Lama-kelamaan, kebiasaan komunikasi yang kita lakukan itu jadi seolah tertanam di pikirannya dan diharapkan ia bisa memahami hal ini. Sampai dia sudah bisa bicara sekarang, dia juga jadi ngerti, dan aku berikan pemahaman kerja itu apa, bagaimana, tujuannya apa dsb.

Nah, pas lagi kerja di kantor, selalu sempetin juga waktu untuk menghubungi anak lewat telepon. Terus, tanyakan kabarnya, apa kegiatannya, sudah makan atau belum, dll.

3. Miliki Waktu Bersama yang Berkualitas

Ketika sampai di rumah, atau begitu hari libur dan weekend tiba, manfaatkan waktu kebersamaan dengan sebaik-baiknya. Waktu adalah hal yang berharga bukan? Jadi, berikan kualitas terbaik untuk berkomunikasi, menghabiskan waktu, dan menjalin ikatan (bonding) seperti dengan bermain, melakukan kegiatan bersama anak, suami dan orangtua juga tentunya. Untuk sementara waktu, tinggalkan hal lain seperti pekerjaan, karena prioritas kita saat ini adalah keluarga.

Seperti itulah kira-kira caraku untuk membagi waktu antara pekerjaan, anak dan keluarga. Bagaimanapun juga, mengurus dan membesarkan anak adalah hal penting (tanggung jawab) yang harus kita utamakan, karena masa depan anak berada di genggaman orangtuanya. Aku juga mendukung tumbuh kembang anak dengan memberikan Nutrisi di setiap asupan makannya. Mulai dari masih dalam kandungan, ASI selama 2 tahun dan susu formula untuk membantu kecerdasan otaknya.

Dengan menjadi one step ahead mom aku juga berusaha menjadikan anakku one step ahead Kids dimana dia akan menjadi anak yang selangkah lebih maju. Kecerdasan dan tumbuh kembanganya menjadi langkah yang baik untuk mencapai mimpi anak-anakku nanti. Jadi ibu-ibu, Mari berpikir lebih maju untuk menjadikan anak-anak kita lebih cerdas dalam segala hal.

Is there anyone like to share the related story here?

Tweet about this on TwitterPin on Pinterest0Share on Google+0Share on Facebook0

Please care to leave nice comment :)