Ketika si Kicik Kembali ke Sekolah

Sejak pertengahan Maret 2020, ruang-ruang kelas di seluruh sekolah Malaysia tampak lengang. Tidak ada lagi tawa canda anak-anak, tidak ada lagi para murid yang berbaris rapi masuk ke ruang kelas dan tidak ada lagi antrian mobil ketika jam sekolah usai. Pandemi Covid 19 di Malaysia really hits us hard. Berbagai sektor lumpuh, tidak terkecuali sektor pendidikan. Yang pada akhirnya memaksa anak-anak untuk belajar secara daring di rumah.

4 bulan berlalu dan kini sekolah-sekolah sudah kembali dibuka pada pertengahan bulan Juli ini. Tepatnya pada 15 Juli 2020, murid Tahun 5, Tahun 6, Tingkatan 6 Semester 1, kelas peralihan serta tingkatan 1 hingga 4 (setara dengan SMP & SMA serta murid kelas 5 & 6 SD) memulai sesi persekolahan. Sedangkan murid Tahun 1 hingga 4 (setara dengan kelas 1-4 SD), mulai bersekolah pada 22 Juli 2020.

Keputusan ini diambil pemerintah Malaysia setelah melihat tren penurunan yang signifikan terhadap kasus-kasus positif COVID 19. Alhamdulillah. Inilah yang disebut masa new normal yang sebenarnya. Dimana kita dihadapkan pada sebuah kondisi kenormalan yang baru. Yang tidak biasa. Yang asing. Yang perlu dibiasakan. Terutama kepada anak-anak.

Orang tua mana yang tidak merasakan panik, cemas, dan deg-degan ketika tahu bahwa sesi persekolahan dimulai di situasi ini. Walaupun angka yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Malaysia cukup menenangkan karena adanya tren penurunan kasus, tapi wajar dong kita sebagai orang tua masih merasa khawatir.

Anak-anak apa bisa diajarkan physical distancing? Gak sibuk icip-icip makanan teman ketika lunch time? Gak sibuk tuker-tukeran masker karena desainnya yang lucu? Gak sibuk pinjam pensil atau penghapus?

Oleh karenanya, peran sekolah akan sangat besar di situasi ini. Membuat sebuah SOP yang mumpuni (namun masih child friendly) itu tidak mudah. I believe that Sekolah Tinta can overcome this situation. Turning this pandemic into something fun dan interested for kids. And they did. They did great!

Coba deh intip video SOP di Sekolah Tinta di link berikut. Setelah menonton ini dengan seksama, jujur saja kami merasa lebih aman untuk melepas Aqeela ke sekolah. Namun tentu ada beberapa hal lainnya yang juga harus dipersiapkan. Apa saja ya?

Tips Memulai Sekolah Kembali di Masa New Normal

SOP Sekolah

Jadi orang tua harus rewel dong ya! Ada beberapa dimana kita harus speak up dengan pihak sekolah, apalagi yang berkaitan dengan SOP yang akan dijalankan. Jangan ragu untuk memberikan masukan agar bisa membuat sebuah SOP yang “masuk akal untuk anak-anak” namun tetap sesuai dengan aturan pemerintah dan protokol kesehatan yang sepatutnya. Menantang banget pastinya untuk bisa membuat sebuah sistem yang applicable dan terbaik untuk semuanya.

Persiapan Anak

Berbulan-bulan di rumah tanpa bertemu teman pasti rasa rindu itu akan muncul. Wajar banget ya ketika anak rindu dan ingin bertemu serta bermain dengan teman-temannya. Bagaimanapun juga orang tua tetap harus mendoktrin anak untuk memahami bagaimana seharusnya bersosialisasi di masa new normal ini. Sengaja aku tulis “mendoktrin” karena memang tujuannya adalah untuk bisa menanamkan dengan tepat bagaimana seharusnya si kecil bisa bersikap selama jam sekolah.

Peralatan apa saja yang perlu dibawa ke sekolah rasanya semua juga sudah tahu ya. Pihak sekolah pastinya akan membuat daftar barang apa saja yang wajib dibawa. Hal ini penting juga untuk dipersiapkan. Tapi, jangan sampai sibuk dengan mempersiapkan masker dan face shield anak tapi lupa menguatkan mental dan emosi mereka ketika memulai sesi persekolahan ini. Ajak anak bicara, ajak anak diskusi, ajak anak bertukar pikiran mengenai bagaimana seharusnya ia bersosialisasi bersama teman-teman di sekolah.

Persiapan Orang Tua

Sekolah sudah. Anak sudah. Nah, mental orang tua jangan juga lupa untuk dipersiapkan. Pada akhirnya akan datang juga masa dimana kita harus melepaskan anak-anak untuk kembali mulai bersosialiasi di new normal ini. Khawatir boleh. Tapi jangan sampai terlalu berlebihan ya. Pada akhirnya, hanya doa yang bisa kita berikan sebagai perlindungan.

Children see, children do.

Ketika anak melihat kita yang terlalu panik, terlalu khawatir, terlalu lebai, ya bisa saja anak bersikap yang sama. Tetap tenang dan perbanyak sujud dan meminta kepada Sang Maha Pelindung agar bisa melindungi anak-anak kita.

Semoga teman-teman di Indonesia bisa segera merasakan new normal dengan sebenarnya new normal layaknya apa yang kami rasakan di sini. Bukan merasakan new normal yang sebetulnya sama sekali belum normal.

Love,

Bubunnya Aqeela

1 Comment

  1. Masyaa Allah Tabarakallah..
    Setuju bubun.. di mana pun juga tetap mengajarkan anak-anak ‘new normal’ ini yaah..

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.