Menjaga Kesehatan Mata Anak: Jangan Main-Main ya!

Sejak beberapa bulan ini, Aqeela sering mengeluh sakit kepala dan mudah mual. Apalagi ketika dia membaca (baik buku cetak maupun e-book) terlalu lama di mobil. Ditambah lagi, sejak persekolahan di mulai beberapa bulan lalu, guru-guru di sekolah juga sudah memberikan masukan untuk segera mengecek kondisi mata Aqeela. Aqeela tampak cukup kesulitan melihat tulisan di papan tulis ketika ia duduk di kursi paling belakang. Khawatir banget ya pastinya! Bagaimana ya kondisi kesehatan mata anak kami ini?

Akhirnya, minggu lalu kami mendatangi salah satu klinik mata di sekitar rumah. Setelah membaca beberapa review klinik mata anak, pilihan kami jatuh ke klinik yang satu ini. Lokasinya tidak jauh dari rumah dan mereka memiliki program khusus pengecekan mata untuk anak-anak.

Tes Mata Pertama Aqeela

Proses pengecekan mata ini cukup panjang. Kurang lebih 3 jam kami mengikuti serangakaian tes mata. Mulai dari prescription power, vision, squint eye, lazy eye, color blind, allergic eye, dry eye, lens, macula, optic nerve, serta retina. Dan hasilnya?

Alhamdulillah ya.. Qadarullah ternyata ada minus di kedua matanya, serta sedikit silindris di mata sebelah kiri. Shock? Wah banget! Ada perasaan bersalah kenapa tidak dari dulu mengecek kondisi mata Aqeela. Kenapa kami menunggu terlalu lama untuk baru mengecek kesehatan mata anak.

Ya sudah, tidak apa. Belajar dari yang lalu, sekarang saatnya untuk bisa menjaga kesehatan mata anak lebih optimal lagi. Beberapa tips ini diberikan oleh dokter spesialis mata yang kami kunjungi kemarin. Semoga bermanfaat ya!

Tips Menjaga Kesehatan Mata Anak

Teknik 20-20

Pernah mendengar ini? Teknik 20-20 adalah sebuah konsep yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan mata. Sebenarnya, mata kita hanya bisa bekerja selama 20 menit. Setelah 20 menit, mata perlu untuk diistirahatkan selama setidaknya 20 detik. Caranya? Bisa dengan melihat yang hijau atau juga sesuatu dengan jarak yang jauh. Layaknya tubuh kita, mata juga juga perlu diistirahatkan. Kelelahan pada mata ternyata bisa memicu kerusakan.

Jarak Mata ke Sumber Bacaan

Jarak Mata ke Sumber Bacaan

Ada yang ngeh gak ketika anak sedang menonton TV, mereka suka berdiri dan maju ke depan? Lama kelamaan semakin maju, semakin maju, semakin maju. Padahal TV juga udah segede bagong tapi mereka malah tetap semakin maju ke depan. Atau tidak sadar ketika membaca atau menggunakan gadget dengan jarak yang terlalu dekat. Padahal ada jarak khusus yang dianjurkan oleh dokter mata. Setidaknya mata kita dan bahan bacaan itu berjarak satu lengan.

Pencahayaan

Sebenarnya banyak yang pasti sudah sering mendengar ini. Tapi rasanya, aku akan perlu raise poin ini untuk teman-teman. I really missed this one. Sejak beberapa tahun ini, pencahayaan di rumah kami cukup redup. Terutama sejak menggunakan floor lamp berwarna kuning yang remang-remang. Rasanya kalau malam-malam pake lampu ini tuh enak ya? Adem dan nenangin. Tapi, aku terlalu mengikuti seleraku dan nyaman dengan ini. Hingga sampai tidak sadar bahwa Aqeela kerap kali membaca di ruangan dengan pencahayaan yang kurang. Wake up call banget untuk kami sekeluarga!

Jangan Menunggu Ada Keluhan

Mengecek kesehatan mata anak sebaiknya sedini mungkin. Terutama untuk anak-anak yang rentan terhadap kemungkinan kerusakan mata dini. Salah satunya apabila kedua orang tua sudah memakai kacamata sejak kecil. Ada pula gadget sebagai all time culprit bagi anak yang terlalu intens menggunakannya. Jadi, jangan seperti kami yang sedikit terlambat mengecek kesehatan mata si kecil. Lebih cepat, lebih baik.

Makanan Bergizi

Saya sempat bertanya kepada dokter mengenai efektivitas konsumsi wortel untuk kesehatan mata. Menurut dokter, tidak spesifik harus wortel kok. Yang penting asupan sayur dan buah anak harus optimal. Agar kebutuhannya dapat dipenuhi.

Yuk ajak si kecil untuk selalu menjaga kesehatan matanya sejak dini!

Kacamata Pertama

Love,

Bubunnya Aqeela

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.